Breaking News:

Polres Lamongan Gelar Maulid Nabi, KH Anwar Zahid Bahas Akhlaq, Bikin Perut Ibu Bhayangkari Kaku

Polres Lamongan Jawa Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad menghadirkan kiai kondang super kocak, KH Anwar Zahid asal Bojonegoro

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
KH Anwar Zahid hadir diacara Maulid Nabi Muhammad yang digelar di Aula SKJ Mapolres, Jumat (30/10/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Polres Lamongan Jawa Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad menghadirkan kiai kondang super kocak, KH Anwar Zahid asal Bojonegoro di ruang SKJ, Jumat (30/10/2020).

Ceramah yang dibawakan KH Anwar Zahid menggugah semangat para anggota polisi dan ibu - ibu Bhayangkari.
Uraian panjang lebar tentang budi pekerti Rosulullah disertai banyolan - banyolan segar mengocok perut para jamaah.

Hampir satu jam ceramah Zahid, membuat ibu - ibu Bhayangkari tak henti - hentinya tertawa lepas mendengar sentilan - sentilan segar yang sesuai dengan kondisi kehidupan.

KH Anwar Zahid menyinggung pandemi virus Corona atau Covid-19 yang masih mewabah hingga kini. Maka masing - masing harus menjaga imunitas dan imanitas.

"Kalau menjaga Imun, polisi jagonya. Kalau tidak sehat dan tidak kuat, tidak akan diterima jadi polisi, " tandas Zahid.
Selain itu, harus menjaga polah hidup, dan bukan kebanyakan polah (tingkah, Red).

Baca juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mas Kelana Ajak Jaga Kerukunan dan Stop Kampanye SARA

Baca juga: Dinikahi Irwan Mussry di Tokyo, Maia Dapat Pesan Haru dari Al, El, Dul: Perjalanan Baru untuk Bunda

Baca juga: Identitas Sopir Truk Ugal-ugalan di Wisata Pantai Cemara Tuban Terkuak, Polisi Langsung Periksa

Pandemi virus Corona atau Covid-19 menurut KH Anwar Zahid, semua aktivitas dibatasi, majelis taklim tidak boleh. Pengajian dibatasi, tapi ironisnya tempat wisata dibukanya.

"Sekolah belum boleh buka," ungkapnya.

Demo diijinkan, pengajian belum diizinkan.

Corona sekarang ini berubah menjadi Con Ora, (Jawa, kon ora solat jamaah, kon orah salaman, kon orah tahlilan) karena semua serba dibatasi.

Bahkan alam kubur kena imbas, tidak ada tahlilan dan tidak ada kiriman doa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved