Breaking News:

Berita Madura United

Presiden Madura United Bicara Soal Penundaan Kompetisi: PSSI Harus Tanggung Jawab

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi (AQ) ikut komentari putusan PSSI yang menetapkan lanjutan kompetisi dilanjutkan pada awal tahun 2021

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
instagram.com/maduraunited.fc/
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi (AQ) ikut komentari putusan PSSI yang menetapkan lanjutan kompetisi musim ini akan digulirkan kembali awal tahun 2021 mendatang.

Disampaikan Achsanul Qosasi, paling penting dari keputusan itu adalah, PSSI tidak hanya mengambil peran sebatas mengumumkan bahwa kompetisi ditunda.

Baca juga: Jennifer Jill Rela Operasi Organ Intim Demi Ajun, Boy William Syok Bahas Selingkuh dan Anak, Kill?

Baca juga: Bangun Kedisiplinan Warga Saat Pandemi, Wali Kota Malang: Pendidikan Karakter Harus Sejak Dini

Namun, juga harus mempertanggungjawabkan pada klub dari segala aspek lantaran gagal menggelar kompetisi di bulan Oktober lalu, yang kemudian terus terjadi pemunduran hingga awal tahun 2021.

Pasalnya, semua klub sudah kadung serius menyambut putusan awal PSSI kompetisi akan digelar bulan Oktober lalu dengan memperbarui kontrak pelatih, pemain, dan staf.

Termasuk sudah melakukan masa persiapan dua bulan terakhir (sebelum diliburkan kembali) dengan biaya yang tidak sedikit.

"Keputusan PSSI yang mengajak klub untuk serius mempersiapkan kompetisi (bulan Oktober) dan pada akhirnya gagal dilanjutkan, tentunya tidak boleh hanya diselesaikan dengan pengumuman saja," kata Achsanul Qosasi, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Buruh Jawa Timur Desak Gubernur Khofifah Tetap Naikkan UMP 2021, Berencana Aksi Saat Hari Pahlawan

Baca juga: Mayat Pria Mengapung di Dermaga Gresik, Tanpa Identitas, Korban Mengenakan Sarung Motif Kotak

"Klub sudah melakukan banyak hal yang perlu diselesaikan dengan keterlibatan federasi secara langsung. Utamanya tentang kontrak pemain yang terlanjur diperbaharui untuk memenuhi persyaratan kompetisi," tambah pria asal Sumenep, Madura itu.

AQ menjelaskan, jauh sebelum ada keputusan PSSI menjalankan kompetisi Februari 2021, pihaknya sudah memprediksi.

"Sikap Madura United sejak Maret saat kompetisi dijeda, meminta agar kompetisi dihentikan karena perkiraan tentang pandemi akan berlangsung lama," tuturnya.

Termasuk juga saat manajer meeting yang dilakukan PSSI dengan klub, AQ sampaikan pihaknya meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan.

Baca juga: Mayat Pria Mengapung di Dermaga Gresik, Tanpa Identitas, Korban Mengenakan Sarung Motif Kotak

Baca juga: Rizky DA Absen di Momen Wisuda Istrinya, Nadya Mustika Sebut Sang Suami Masih Sibuk: Baik-baik Aja

"Waktu itu proses keputusan akhirnya dilakukan dengan voting dan klub yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan kalah jumlah suara daripada yang ingin lanjutkan kompetisi," paparnya.

Meski akhirnya kalah dalam voting, untuk menghormati keputusan bersama, AQ sampaikan, Madura United tetap melakukan persiapan secara serius.

Namun, semua klub akhirnya harus gigit jari karena lanjutan kompetisi musim ini benar-benar tidak bisa digelar, baru akan dijalankan kembali Februari 2021 mendatang.

"Madura United membuktikan dengan latihan dan persiapan secara serius karena berkeyakinan bahwa keputusan (awal) PSSI sangat serius," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved