Breaking News:

Pilkada Banyuwangi

Debat Publik Pilkada Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Fokus Angkat Ekonomi Arus Bawah

Debat publik perdana Pilkada Banyuwangi 2020 digelar di sebuah stasiun televisi swasta, Sabtu malam (31/10/2020).

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dalam diskusi “Peran BUMDes dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa” yang digelar oleh Laskar Merah Putih Banyuwangi, Selasa (20/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Debat publik Pilkada Banyuwangi 2020 digelar di sebuah stasiun televisi swasta, Sabtu malam (31/10/2020).

Calon Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas terlihat fokus mengangkat ekonomi arus bawah.

“Bagaimana mengangkat ekonomi arus bawah, itulah prioritas kami,” ujar Ipuk.

Ipuk memaparkan, ekonomi arus bawah terkait dengan sektor pertanian, perikanan, UMKM, serta pariwisata berbasis kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Sektor-sektor itu menjadi fokus Ipuk untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk rakyat.

“Strategi yang akan kami lakukan adalah 2M, Money dan Mentoring. Money adalah memberikan bantuan modal bersubsidi untuk UMKM agar bisa naik kelas dan bantuan alat usaha untuk masyarakat kurang mampu,” ujar Ipuk.

Ipuk memang punya program “UMKM Naik Kelas” dan “Alat Usaha Gratis” untuk warga kurang mampu.

Baca juga: Hujan Berjam-jam, Rendam Puluhan Rumah dan 10 Hektare Persawahan di Mojokerto

Baca juga: Kiwil Mengaku Bisnis Bebeknya Hancur sampai Ingin Pensiun Jadi Artis: Dagang Ghibah Itu Lebih Laku

Baca juga: Jadwal MotoGP 2020 - 3 Seri Terakhir di November, Penentuan Sang Juara Dunia

“Dengan bantuan alat usaha untuk setiap warga kurang mampu, warga akan mampu mandiri secara ekonomi. Itulah ekonomi arus bawah,” tegas Ipuk kepada TribunJatim.com.

Adapun program Mentoring adalah pendampingan sertifikasi UMKM, pendampingan promosi digital, dan pendampingan pasar online bagi pelaku UMKM.

Ipuk mencontohkan bagaimana pembelaan terhadap ekonomi arus bawah dilakukan. Misalnya dengan bantuan permodalan bersubsidi, pelatihan dari hulu ke hilir, hingga fasilitasi pemasaran.

“Bahkan, kami akan meneruskan kebijakan yang mewajibkan pembelian produk UMKM dan buah lokal dalam setiap konsumsi rapat dan acara dari tingkat RT, RW, desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dengan UMKM yang berkembang, otomatis sektor pertanian dan perikanan akan terangkat, mengingat UMKM banyak mengolah berbagai produk pertanian dan perikanan.

“Banyuwangi akan sejahtera dengan penguatan pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata berbasis masyarakat,” kata Ipuk. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved