Breaking News:

Libur Panjang, Banyuwangi Dikunjungi Ribuan Wisatawan, Homestay Rakyat hingga UMKM Bergeliat

Libur panjang selama lima hari pekan ini, ribuan wisatawan menghabiskan waktunya di Banyuwangi.

SURYA/Haorrahman
Homestay Didu's Banyuwangi. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Libur panjang selama lima hari pekan ini, ribuan wisatawan menghabiskan waktunya di Kabupaten Banyuwangi.

Destinasi favorit Banyuwangi seperti Pantai Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan Agrowisata Tamansuruh menjadi jujugan wisatawan untuk menikmati keindahan kabupaten di ujung timur Jawa ini.  

Alhasil, homestay milik warga, hotel hingga UMKM olahan produk pertanian dan perikanan pun kebanjiran rezeki.

Maya Subagio, pemilik Didu’s Homestay, mengatakan, liburan panjang ini huniannya terisi penuh oleh tamu-tamu dari luar kota. Mereka menghabiskan masa liburannya di homestay yang berada di pinggiran Desa Rejosari, Kecamatan Glagah.

Baca juga: BREAKING NEWS - Gubernur Khofifah Naikkan UMP Jatim Tahun 2021 Sebesar 5,65 Persen

Baca juga: Jatuh Sendiri dari Motor Lalu Ditabrak Mobil, Remaja di Ponorogo Luka Kepala Meninggal Dunia

“Banyak tamu luar kota yang sudah memesan kamar kami sejak beberapa hari sebelumnya. Kami yakin, kondisi pariwisata di Banyuwangi mulai berangsur pulih, sehingga membawa rezeki bagi kami para homestay yang dimiliki rakyat," kata Maya. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh manajemen Hotel Kalibaru Cottage yang berada di wilayah perbatasan Banyuwangi – Jember, atau sekitar 70 menit dari pusat kota Banyuwangi. Hotel yang berpanorama Gunung Raung ini juga mengalami lonjakan hunian. 

“Alhamdulillah, 80 persen hotel kami terisi. Ada yang dari Surabaya, Madura, maupun kabupaten sekitar. Bahkan pertengahan November, sudah ada yang booking full hotel kami dari luar kota,” kata Wartono, pengelola Kalibaru Cottage. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi, Zaenal Muttaqin menambahkan, lonjakan hunian kamar di sejumlah hotel di Banyuwangi terjadi sejak 28 Oktober 2020 dan terus melonjak naik selama masa liburan.

“Tercatat 28-30 Oktober, Aston mengalami peningkatakan hunian paling tinggi sejak pandemi, hingga 97 persen. Hotel-hotel lain 70-90 persen. Bahkan hotel-hotel melati juga meningkat okupansinya,” jelasnya.

Baca juga: VIRAL Kisah Wanita Ditipu Kasir Minimarket, Bayar Debit Malah Dikasih Uang, Niat Buruk Terbongkar

Baca juga: Hari Terakhir Long Weekend, KBS Diserbu Pengunjung, Lima Hari Masa Libur Panjang Tembus 8 Ribu Orang

“Kami optimistis, okupansi meningkat. Menurut kami, ini angka yang fantastis untuk capaian selama 5 hari, apalagi ini masa pandemi,” kata Zaenal.

Berkah yang sama juga dirasakan Zunita Ahmada, pemilik toko oleh-oleh Osing Deles yang menjual produk dari ratusan UMKM olahan pertanian dan perikanan.

“Penjualan kami melonjak selama long weekend ini. Alhamdulillah ini yang tertinggi selama pandemi, bisa di atas Rp100 juta per hari. Cukup melegakan karena ramainya toko kami berarti ada perputaran di UMKM olahan pangan dan perikanan, sebab 80 persen produk kami adalah produk olahan pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY. Bramuda mengatakan, pada libur panjang akhir pekan ini, Banyuwangi memang dikunjungi banyak wisatawan luar daerah.

“Biasanya pengunjung di akhir pekan (Sabtu–Minggu) sekitar 8.000 orang yang tersebar di puluhan destinasi. Tapi, Kamis lalu sampai tembus 14.000 orang. Tren ini terus naik setiap hari selama liburan ini. Kami terus update datanya dari masing-masing pengelola destinasi,” ujar Bramuda. (SURYA/Haorrahman)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Haorrahman
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved