Damri Dikhawatirkan Ganggu Peluang Usaha Wisata Kota Batu, Korembi Usul 'Harus Ada Kolaborasi'

Beropreasinya Damri dikhawatirkan ganggu peluang usaha wisata Kota Batu. Komunitas Rental Mobil (Korembi) usul, harus ada kolaborasi.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
SURYA/BENNI INDO
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata Damri dari Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Persoalan baru muncul seiring beroperasinya kendaraan milik perusahaan pemerintah, Damri, di Kota Batu yang menghubungkan jalur wisata Batu-Bromo dan Batu-Wali Limo.

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi C DPRD Batu menggelar dengar pendapat dengan Komunitas Rental Mobil (Korembi) Korwil Batu, Selasa (3/11/2020).

Dengar pendapat itu juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batu yakni Dinas Pariwisata. Para pelaku usaha jasa persewaan mobil wisata khawatir kehadiran Damri mengganggu peluang usaha mereka. Hal itu disampaikan oleh Ketua Korembi Korwil Batu, Zaenudin saat dengar pendapat.

Baca juga: Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Bibir Sungai Bondowoso, Korban Baru Pulang dari Rumah Sakit Jiwa

Baca juga: Daftar Universitas Pencetak CPNS Terbanyak yang Dirilis BKN, dari UGM hingga Universitas Diponegoro

Zaenudin menyampaikan, Korembi berharap program-program dari Damri tak menggeser sumber pendapatan pelaku usaha biro perjalanan wisata maupun pemandu wisata.

Sebaliknya, harus ada kolaborasi program-program dari perusahaan plat merah tersebut.

"Sebaliknya ingin ada kolaborasi dengan program-program yang dimiliki perusahaan BUMN itu. Semisal tidak membuka produk paket wisata. Hanya sebatas pada layanan transportasi karena Damri ini hanya sebagai kendaraan perintis saja," ujar Zainudin.

Baca juga: 19 Kecamatan di Tulungagung Tak Ada yang Masuk Zona Merah, Hanya Ada Dua Zona Oranye

Baca juga: Polresta Malang Kota Bangun Wira Pratama, Jadi Sentra Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Dengan berkolaborasi, maka diharapkan berbenturan kepentingan dapat terhindari.

Ia meminta, agar tidak terjadi konflik di lapangan. Saat penjemputan dan penurunan penumpang juga harus sesuai dengan tempat yang ditentukan. Sesuai yang telah disampaikan sebelumnya di Terminal Kota Batu.

"Jadi di batas-batas yang sudah ditentukan. Agar nanti tidak muncul rasa tersaingi di benak kendaraan umum maupun pelaku travel wisata," bebernya.

Sejauh ini Korembi belum bisa menyimpulkan dampak kerugian terhadap hadirnya Damri. Pasalnya, Damri baru saja dioperasikan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari menerangkan saat ini terdapat tujuh unit Damri yang telah beroperasi. Menurutnya jumlah itu sudah cukup sehingga tak perlu ditambah lagi.

"Semuanya sudah jelas agar pemasukan pelaku jasa wisata bertambah, Korembi bisa berkoordinasi dengan Disparta agar mendapat agenda kegiatan tahunan Pemkot Batu. Sehingga pelaku usaha dapat mempromosikan sekaligus mengajak wisatawan berkunjung ke Kota Wisata Batu," pungkasnya.

Dari jumlah unit yang sudah ada, Khamim berharap agar tidak ada penambahan lagi. Ia juga menegaskan agar Damri tidak mengantar ke tempat lain.

“Nah, ini jangan ditambah lagi. Jangan sampai DAMRI ini juga menambah juga mengantarkan ke tempat wisata lain karena tujuannya hanya ke Bromo,” terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved