Breaking News:

Kebingungan Suami Istri Magetan Cari si Balita, Histeris Temukan Mengambang di Kolam, Kondisi Pilu

Akibat kelalaian orangtuanya, balita bernama Edwin Wahyu Saputra (2) ditemukan mengambang di blumbang atau kolam belakang rumah.

TRiBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Balita Edwin Wahyu Saputra (2) meninggal dalam pertolongan di UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, setelah ditemukan mengambang di blumbang belakang rumah orangtuanya, Eko Wahyu Setiono, warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Akibat kelalaian orangtuanya, balita bernama Edwin Wahyu Saputra (2) ditemukan mengambang di blumbang atau kolam pembuangan di belakang rumah Eko Wahyu Setiono, orangtuanya warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.

Balita mengambang itu akhirnya meninggal dalam pertolongan di UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang.

Menurut Kapolsek Karangrejo AKP Sukarno menyebutkan, balita dua tahun yang baru senang senangnya belajar berjalan itu tiba tiba dilihat tidak ada di sekitar kedua orangtuanya.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Kebun Bunga Refugia Magetan, Banyak Bunga Warna-warni yang Cantik & Kebun Sayuran

Baca juga: Kunjungi Magetan, Komisi A DPRD Jatim Optimistis BUMDes Jadi Pendongkrak Desa Pasca Pandemi Covid-19

Baca juga: Sakit Tak Ada yang Merawat, Kakek 90 Tahun di Magetan Tewas Membusuk di Kamarnya: Diduga Kelaparan

"Melihat balita bernama Edwin Wahyu Saputra, tak ada di tempat. Karuan, kedua orangtuanya mencari ke sekeling rumah, alangkah kagetnya, bapaknya Eko Wahyu Setiono, warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, anaknya mengambang di blumbang, tempat pembungan air kotoran dari kamar mandi di belakang rumah.

Dia langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang itu," kata AKP Sukarno, Selasa (3/11).

Namun takdir berkata lain, lanjut Kapolsek, usaha orangtua dan tenaga medis sekuat kemampuan di UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, nyawa balita itu tidak bisa diselamatkan.

"Balita ini kemungkinan lama berada di dalam air blumbang, sehingga banyak minum air, sehingga tidak saja memenuhi perut juga organ paru paru, ini yang membuat usaha tenaga medis sekuat kemampuan, tidak lagi bisa memberi pertolongan,"ujar AKP Sukarno.

Dikatakan Kapolsek Karangrejo AKP Sukarno, setelah dilakukan otopsi, kejadian yang menimpa balita ini, murni kecelakaan, akibat kelalaian orangtua.

"Jenazah balita itu setelah kami otopsi, di mandikan dan disalatkan, kemudian diserahkan ke orangtuanya untuk dimakamkan di TPU desa setempat,"kata Kapolsek.

Kendati begitu, Polisi Sektor setempat bersama personil Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) atau Identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polres Magetan mendatangi TKP.

"Kami ukur kedalaman blumbang milik Eko Wahyu Setiono, orangtua balita itu memiliki kedalaman sekitar 50 centimeter. Kami juga mencari barang bukti lainnya disekitar TKP,"kata AKP Sukarno.

Korban setelah diserahkan Polsek setempat dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) malam.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved