Breaking News:

Jalan Basuki Rahmat Kota Malang Belum Ditutup, Dishub Tunggu Pelaksana Proyek Siapkan U Turn

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto membenarkan, hingga kini penutupan Jalan Basuki Rahmat memang masih belum dilakukan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Median Jalan Semeru yang telah dibongkar oleh pelaksana proyek Kayutangan Heritage Kota Malang untuk dijadikan tempar putar balik (U Turn), Rabu (4/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Meski penutupan Jalan Basuki Rahmat Kota Malang hingga saat ini tak kunjung dilaksanakan, namun berbagai persiapan untuk penutupan jalan tersebut terus dilakukan.

Pemasangan papan sosialisasi penutupan Jalan Basuki Rahmat dan persiapan pelaksanaan rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, imbas dari proyek pembangunan koridor Heritage Kayutangan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto membenarkan, hingga saat ini penutupan Jalan Basuki Rahmat memang masih belum dilakukan.

"Memang Jalan Basuki Rahmat hingga saat ini belum ditutup. Kami masih menunggu info lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek," ujarnya saat dikonfirmasi oleh TribunJatim.com, Rabu (4/11/2020).

Ia juga menjelaskan, belum ada penutupan jalan, satu di antaranya karena pelaksana proyek belum menyiapkan jalur putar balik (U Turn).

Baca juga: Satlantas Polresta Malang Kota Siap Bantu Pelaksanaan Rekayasa Lalin Proyek Kayutangan Heritage

Baca juga: Pemkab Malang Belum Endus Keberadaan Joki CPNS 2019, Kepala BKPSDM: Insyaallah Tidak Ada

"U Turn untuk akses warga dan pelaku usaha di sekitar Jalan Basuki Rahmat belum dibuat oleh pelaksana proyek. Sehingga tidak mungkin Jalan Basuki Rahmat tersebut ditutup. Kami menunggu pelaksana proyek membuat U Turn, dengan cara membongkar median jalan. Dan mulai kemarin siang, pelaksana proyek sudah mulai melakukan pembongkaran median jalan," bebernya.

Dirinya menerangkan, ada lima titik U Turn yang akan dibuat. Di mana tiga titik U Turn berada di perempatan Jalan Semeru-Jalan Kahuripan atau biasa dikenal dengan nama perempatan Rajabally.

"Sedangkan dua titik U Turn lainnya berada di Pertigaan Jalan Brigjen Slamet Riyadi-Jalan Basuki Rahmat atau biasa dikenal dengan Pertigaan PLN. Kalau perempatan Rajabally dan pertigaan PLN ditutup tanpa ada akses jalan, pasti tidak mungkin dilakukan. Karena di wilayah tersebut banyak kantor, hotel, pertokoan, dan permukiman warga," ungkapnya.

Baca juga: Proyek Kayutangan Heritage Kota Malang Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2020

Baca juga: Banyak yang Bermasalah, Wali Kota Sutiaji Sidak Aset Pemkot Malang: Pastikan Tak Disalahgunakan

Dirinya juga menambahkan, pihaknya telah menyarankan ke pelaksana proyek agar penutupan Jalan Basuki Rahmat tidak dilakukan secara bersamaan, namun dilakukan secara separuh-separuh.

"Contohnya Jalan Basuki Rahmat dari arah utara menuju ke selatan ditutup untuk pembangunan koridor Heritage Kayutangan. Namun Jalan Basuki Rahmat dari arah selatan menuju ke utara tetap dibuka. Bila proyek pembangunan koridor Heritage Kayutangan yang berada di jalur utara menuju selatan telah selesai, maka jalur arah selatan menuju ke utara ditutup untuk dilakukan pembangunan koridor Heritage Kayutangan. Namun hal itu masih sebatas rencana, dan rencana itu masih akan dirapatkan oleh pelaksana proyek bersama dengan Satker Kementerian PUPR RI Wilayah Jawa Timur," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved