Breaking News:

Pertumbuhan Listrik Banyuwangi Tetap Tinggi di Masa Pandemi, PLN Beri Apresiasi

PT PLN (Persero) memuji kinerja kelistrikan di Banyuwangi yang terus tumbuh, bahkan di tengah pandemi Covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Nyoman saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - PT PLN (Persero) memuji kinerja kelistrikan di Banyuwangi yang terus tumbuh, bahkan di tengah pandemi Covid-19.

PLN mengapresiasi kinerja Bupati Abdullah Azwar Anas dalam mengembangkan ekonomi lokal, sehingga mendorong kinerja sektor listrik.

General Manager PLN Jawa Timur, Nyoman S Astawa membeberkan, selama pandemi, pertumbuhan konsumsi listrik Jawa Bali hanya 0,5%.

Di Jawa Bali, hanya dua provinsi yang mencatatkan kinerja positif, di antaranya Jawa Timur dengan pertumbuhan 2,6 persen. Banyuwangi, kata dia, pertumbuhan konsumsi listriknya mencapai 9% (Januari – September 2020).

“Tingginya pertumbuhan konsumsi listrik di Banyuwangi menunjukkan bahwa meski di tengah pandemi, ekonomi di Banyuwangi terus bergerak. Yang tentunya ini juga jelas menunjukkan daya beli masyarakat yang masih terjaga. Saya sangat mengapresiasi Banyuwangi,” ungkap Nyoman saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Ayah Lesty Kejora Sindir Rizky Billar? Bicara Pansos hingga Gebetan Si Anak Bereaksi, Untuk Bapak

Baca juga: Tragis Cewek ABG Habisi Nyawa Sohib Depan Ortu, Emosi Diejek Jelek dan Miskin, Kondisi Tangan Miris 

Nyoman menguraikan pertumbuhan konsumsi tertinggi dari segmen rumah tangga, yang mencapai 10,5 persen. Ini bisa dipahami karena seiring dengan kebijakan tinggal di rumah selama pandemi.

“Konsumsi energi rumah tangga paling tinggi. Bisa jadi, bisnis rumah tangga juga berkembang di sini,” terangnya.

Konsumsi tertinggi kedua ada pada kelompok industri. “Ini cukup mencengangkan kami. Industri di Banyuwangi justru tumbuh hampir 8%. Dan yang ketiga, adalah sektor bisnis yang konsumsi listriknya meningkat 5,4 persen,” kata dia.

Dari hasil tersebut, Nyoman menilai aktivitas perekonomian di Banyuwangi berjalan merata. Semua sektor tumbuh dengan baik, tidak bergantung pada satu sektor saja.

“Pertumbuhan itu menunjukkan hampir semua sektor tetap tumbuh, dan merata. Semua tumbuh, dan ini sangat baik. Beda dengan Bali yang sangat bergantung pada satu sektor saja, dan saat pandemi sangat terasa dampaknya. Banyuwangi tidak seperti itu,” ucapnya.  

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved