Breaking News:

Gus-gus di Kota Pasuruan Luncurkan Buku Antologi Puisi 'Indonesia yang Hampir Hilang': Ungkapan Jiwa

Gus-gus Cinta Tanah Air Kota Pasuruan luncurkan buku antologi puisi “Indonesia yang Hampir Hilang". Nilai keagamaan dengan semangat kepahlawanan.

SURYA/GALIH LINTARTIKA
Peluncuran buku anologi karya Gus-gus Cinta Tanah Air berjudul “Indonesia yang Hampir Hilang" dalam Heroik Santri, Selasa (10/11/2020) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sejumlah Gus di Kota Pasuruan yang tergabung dalam Gus-gus Cinta Tanah Air meluncurkan buku antologi puisi tentang kebangsaaan berjudul “Indonesia yang Hampir Hilang".

Buku yang berisi sekitar 60 halaman lebih itu menjadi kado khusus untuk ulang tahun Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf ke-50.

Tanggal lahir Sang Bupati bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020.

Baca juga: Wisuda Luring Sudah Dibolehkan Wali Kota Malang, Syaratnya Dilaksanakan Secara Bertahap

Baca juga: BKD Jatim Buat Inovasi Si-Master untuk Integrasi Data ASN Hingga Permudah Layanan Tunjangan Hari Tua

“Ini ada kado dari Gus-gus Cinta Tanah Air untuk ultah Pak Bupati,” kata Gus Haidar saat memberikan buku antologi puisi “Indonesia yang Hampir Hilang” Selasa (10/11/2020) malam di Heroik Santri.

Gus-gus yang karyanya tergabung dalam buku antologi puisi ini berasal dari lintas profesi, mulai pengasuh pesantren, pejabat, pengusaha hingga pimpinan tertinggi di lingkungan kepolisian.

Sejumlah nama dalam Gus-gus Cinta Tanah Air tersebut, diantaranya Gus Amak / KH Nailur Rochman (Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan), Gus AKBP Rofiq Ripto Himawan (Kapolres Pasuruan), Dwy Sadoellah (Ponpes Sidogiri).

Baca juga: Kecurigaan Pakar Soal Gestur Wanita di Video Syur Mirip Gisel, Sengaja Pamer Tubuhnya: Ini Aneh

Baca juga: Bantuan Langsung Tunai Dana Desa hingga Tahap Sembilan di Sampang Ditargetkan Rampung Tahun 2020

Ada juga Hakim Jayli (Dirut TV9 Nusantara), Gus Haidar Hafeez (Ponpes Darul Ulum Karangpandan), Gus Shohib (CEO Kabarpas.com), dan sejumlah nama gus-gus lainya.

Munculnya ide untuk membuat buku antologi puisi ini adalah bagian dari semangat nasionalisme mereka, dalam rangka menghadang munculnya faham-faham radikal, yang sampai saat ini terus berupaya mengerogoti keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hadirnya buku ini adalah bagian dari ungkapan jiwa para gus – gus dalam merekatkan nilai kebangsaan, yang kemudian dipadukan pada nilai keagamaan, dengan semangat kepahlawanan," kata Gus Haidar Hafeez, koordinator Gus-gus Cinta Tanah Air.

Dia menjelaskan, buku ini dibuat dengan semangat yang tidak lepas dari pengamalan makna “hubbul wathon minal iman” yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman,” ujar dia. 

Penulis: Galih Lintartika

Editor: Heftys Suud

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved