Breaking News:

Dilaporkan KontraS ke Ombudsman Soal Dugaan Mal Administrasi, Begini Tanggapan Polda Jatim

Dilaporkan ke Ombudsman Jatim terkait dugaan mal administrasi dalam pengamanan aksi penolakan UU Cipta Kerja. Begini tanggapan Polda Jatim.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. 

"Merujuk pada UU nomor 37 tahun 2008 soal Ombudsman, dugaan mal administrasi itu adalah tindakan yang melampaui kewenangan, mengabaikan kewajiban hukum, yang harus dipenuhi aparat kepolisian dalam menjaga atau menangani unjuk rasa," bebernya. 

Berdasarkan catatan KontraS, tindakan kesewenang-wenangan polisi itu dialami oleh 182 orang yang tertangkap saat aksi 8 Oktober, dan sekitar 10 orang pada unjuk rasa 20 Oktober. Sementara jumlah massa yang ditangkap, berdasarkan data kepolisian jauh lebih besar dari itu. 

"Tanggal 8 yang melapor langsung dan data tim advokasi ada 182 orang. Tanggal 20 yang melapor langsung ke KontraS ada sekitar 10 orang, tapi kalau sesuai dengan rilis kepolisian tanggal 20 itu lebih dari 10 orang ada 90 orang lebih," ucapnya. 

Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mendatangi kantor Ombudsman Jatim, namun ternyata petugas belum melayani pelaporan secara langsung, dengan alasan pandemi Covid-19. Dan laporan pun dilakukan secara daring. 

Dalam laporan itu, pihaknya telah mengirimkan sejumlah dokumen yang berisi tentang temuan KontraS, nama-nama korban penangkapan, bukti video kekerasan polisi kepada massa, serta testimoni korban. 

"Detail soal temuan KontraS, nama-nama korban yang mengalami penangkapan baik yang melapor langsung ke KontraS maupun tim advokasi, lalu dokumen mulai video tindak kekerasan sampai testimoni korban," tuturnya. 

Ia mengatakan, laporannya itu kini telah diterima oleh Ombudsman Jawa Timur. Pihaknya kini pun menunggu tanggapan dan tindak lanjut dari laporannya tersebut. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Jatim, Agus Widiyarta, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari KontraS tersebut. Namun Ombudsman kata dia akan lebih duku mengkajinya sebelum memberikan tanggapan. 

"Saya mendengar dari petugas sudah masuk, tapi belum sampai di saya. Mungkin besok baru bisa saya tanggapi," ungkapnya.

Penulis: Syamsul Arifin

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved