Breaking News:

Dinas Pertanian Sudah Tiga Kali Bersurat ke Kementan Soal Kendala Kartu Tani di Kota Batu

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono telah tiga kali berkirim surat ke Kementan RI terkait kendala penerapan Kartu Tani di Kota Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ILUSTRASI PUPUK SUBSIDI - Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono telah tiga kali berkirim surat ke Kementan RI menyangkut beberapa kendala penerapan Kartu Tani di Kota Batu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono telah tiga kali berkirim surat ke Kementan RI menyangkut beberapa kendala penerapan Kartu Tani di Kota Batu.

Dikatakan Sugeng Pramono, kendala itu terletak pada teknis transaksi perbankan menggunakan mesin penggesek Kartu Tani atau biasa disebut electronic data capture (EDC) yang disediakan BNI46.

“Dengan Kartu Tani, kios harus mendaftar sebagai nasabah BNI 46. Kondisi di lapangan, SDM belum mumpuni membantu kios melakukan transaksi elektronik melalui Kartu Tani,” ujar Sugeng Pramono, Kamis (12/11/2020).

Berdasarkan data Dispendukcapil di Kota Batu, jumlah petani mencapai 21 ribu. Sebanyak 6797 petani masuk dalam elektronik rencana detail kebutuhan kelompok ( e-RDKK ) sebagai syarat awal pendaftaran Kartu Tani. Melalui e-RDKK di data identitas petani sesuai nama dan alamat. Begitu juga dengan luas lahan untuk menentukan kuota pupuk subsidi petani.

Penerima program Kartu Tani diberikan kepada petani dengan luas lahan di bawah dua hektare. Sugeng Pramono menuturkan, dari 6797 petani yang terdata pada e-RDKK, terdapat 543 petani masih menunggu proses cetak kartu. Kelompok ini telah diusulkan sejak awal September 2020.

“Sisanya, ada 1600an pemegang Kartu Tani di seluruh desa/kelurahan yang bermasalah seperti injek e-wallet, saldo belum diinput. Sehingga tak bisa digunakan,” papar Sugeng Pramono.

Baca juga: Polisi Periksa Dinas Pertanian dan Agen Terkait Pupuk Diduga Palsu yang Beredar di Tulungagung

Ia menambahkan, di tahun 2021 nanti akan ada tambahan 3000-4000 petani yang dimasukkan dalam e-RDKK. Jatah pupuk subsidi di Kota Batu yang disusun dalam e-RDKK tahun 2020 berkisar antara 4000 hingga 5000 ton untuk lima jenis pupuk subsidi. Kelima jenis itu meliputi urea, ZA, SP36, NPK Phonska dan Petroganik.

Lebih lanjut, Sugeng Pramono menjelaskan, pupuk bersubsidi yang ditebus dengan Kartu Tani, hanya bisa diperoleh di kios resmi yang ditetapkan sebagai kios pupuk lengkap (KPL).

Sebagai penjual pupuk bersubsidi, kios harus terdaftar sebagai nasabah Kartu Tani. Skema pemesanan pupuk subsidi ke distributor pun direkam melalui aplikasi sistem informasi niaga (Siaga), sehingga penyalurannya bisa dikontrol.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved