Breaking News:

FSPMI Usulkan UMK Tuban 2021 Naik Rp 600 Ribu, Plt Kepala DPMPTSP dan Naker: Perhitungan Obat Medis

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Konsulat Cabang Tuban, menuntut kenaikan UMK Tuban 2021 sebesar Rp 600 ribu.

SURYA/M SUDARSONO
FSPMI Konsulat Cabang Tuban saat unjuk rasa tuntut kenaikan UMK di Pemkab Tuban, Kamis (12/11/2020)  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FSPMI ) Konsulat Cabang Tuban, menuntut kenaikan UMK Tuban 2021 sebesar Rp 600 ribu. 

Tuntutan itu disampaikan saat aksi Kamis (12/11/2020) lalu, maupun saat mediasi bertemu Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein di tempat kerjanya, Jumat (13/11/2020). 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban ikut mendampingi pertemuan buruh tersebut dan mencatat usulan maupun yang dihasilkan. 

Plt Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Asri Buana mengatakan, Noor Nahar Hussein menerima aspirasi FSPMI yang disampaikan dalam bentuk dokumen referensi, terkait usulan perhitungan kenaikan UMK berdasarkan PP 78/2015.

Perhitungan kebutuhan alat dan obat-obatan selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ), serta referensi lain juga diserahkan FSPMI kepada Noor Nahar Hussein.

Baca juga: Buntut Unjuk Rasa Buruh di Tuban, Pemkab Bakal Panggil Perusahaan Untuk Bantu Alkes

Baca juga: Dewan Pengupahan Sepakat UMK Ponorogo 2021 Tidak Naik, Ini Alasannya

"FSPMI mengusulkan kenaikan UMK 2021 sebesar Rp 600 ribu dengan perhitungan kebutuhan alat dan obat medis untuk masa pandemi, juga merujuk UMP yang naik Rp 100 ribu sebagai rujukan untuk mengusulkan kenaikan UMK Tuban 2021," ujarnya. 

Dia menjelaskan, penetapan UMP pada tanggal 30 Oktober 2020 sedangkan itu tidak sesuai dengan pasal 191A UU Cipta Kerja yang disahkan tanggal 2 November 2020.

Dalam hal pengusulan UMK, pemkab sebagai fasilitator dan mediator, sekaligus pengambil kebijakan yang harus mengakomodir dan memberikan jalan terbaik bagi semua unsur dunia usaha. 

Maka dari itu, pemkab akan mengundang perusahaan-perusahaan untuk memberikan bantuan alat medis protokol kesehatan di masa pandemi. 

Baca juga: Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Dibuka untuk Roda Dua

Baca juga: Soal Pengadangan Truk Bermuatan Pupuk di Tuban, Polisi dan Dinas Pertanian Keluarkan Rekomendasi

Baca juga: FSPMI Minta UMK Tuban 2021 Naik Rp 600 Ribu: Perlu untuk Memenuhi Kebutuhan Protokol Kesehatan

Bupati dan wakil bupati dalam melaksanakan tugas juga terikat dengan sumpah jabatan, termasuk untuk mentaati peraturan dan tidak melanggar UU. 

"Tadi poin yang dihasilkan yaitu meminta perusahaan-perusahaan agar menyediakan alat protokol kesehatan bagi buruh, tidak ada untuk pertimbangan menaikkan UMK 2021," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved