Breaking News:

Awal Desember 2020, Beberapa Sekolah di Gresik Bakal Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Bulan Desember 2020, awal uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
ILUSTRASI - Bulan Desember 2020, awal uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Gresik. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bulan depan, awal uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Gresik. Hanya beberapa sekolah saja yang akan menjalani uji coba ini.

Dinas Pendidikan (Dispendik) masih melihat kesiapan sekolah-sekolah sebelum melaksanakan uji coba pada awal Desember mendatang. Meskipun, regulasi dari Perbup pembelajaran tatap muka belum rampung.

Padahal, jika merunut hasil rapat lintas sektor pada 2 November kemarin, jadwal sosialisasi Perbup pembelajaran tatap muka dilakukan hari ini.

Kepala Dispendik Gresik Mahin, hingga saat ini belum mendapat salinan perbup itu. Namun, pelaksanaan ujicoba pembelajaran tatap muka tetap dilakukan. Rencananya, digelar selama dua minggu.

"Setelah itu akan dilakukan evaluasi," ucapnya, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Sebuah Mobil Terbakar di Tol Sidoarjo, Awalnya Pengemudi Cium Bau Asap dan Lihat Percikan Api

Baca juga: VIRAL Tragedi Ricuh Pesta Pernikahan, 2 Kelompok Pria Tawuran, Kursi Beterbangan, Kue Berdiri Utuh

Uji coba tidak dilakukan di semua sekolah. Hanya beberapa lembaga saja. Misal satu kecamatan satu SD negeri, satu SD swasta, dan satu MI. Begitu juga dengan SMP. Sekolah yang dipilih adalah yang paling siap.

Mahin menjelaskan, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka itu dari jumlah siswa satu kelas. Dibagi menjadi dua.

Jadi, siswa hanya masuk ke sekolah dua kali dalam seminggu. Gelombang pertama masuk hari Senin dan Rabu serta gelombang dua masuk hari Selasa dan Kamis. Kemudian, hari Jumat dan Sabtu, pembelajaran dilakukan secara daring.

"Senin sampai kamis masuk bergantian, jumat dan sabtu belajar daring," terangnya.

Pihaknya tidak memaksa jika wali murid tidak menghendaki anaknya masuk ke sekolah. Wali murid, bebas menentukan pilihan. Jika memilih belajar daring saja, saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, tidak masalah.

"Tidak ada paksaan, tidak ada sanksi. Tetap diberikan materi dan tugas saat pembelajaran daring," pungkasnya. (SURYA/WIlly Abraham)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved