Breaking News:

Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Pertanian Gelar Webinar Internasional Bahas Agroekologi

Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Pertanian gelar webinar internasional untuk membahas sistem pertanian berprinsip agroekologi.

Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Pertanian, diselenggarakan kegiatan webinar internasional, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Pertanian, diselenggarakan kegiatan webinar internasional dengan tema “Towards Agro-ecological Foodscape Transformation Science, Practice, Sovereignty and Social Justice" pada Senin (16/11/2020) pukul 19.00 hingga 21.30 WIB.

Webinar internasional ini dihadiri narasumber, Prof Miguel Altieri dari Berkeley University of California, USA yang merupakan salah satu pakar internasional di bidang agroekologi, terutama di wilayah Amerika Latin. Kemudian Prof Paolo Barberi, profesor di Santa Anna Pizza yang merupakan Wakil Presiden Agroekologi untuk Eropa, dan Dr Georges, Staff Department Agroekologi di Coventry University yang berpengalaman di bidang agroekologi di Afrika dan Amerika Latin.

Sedangkan dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang diwakili oleh Dr Uma Khumairoh yang berbagi pengalaman tim FPUB bekerja sama dengan Universitas Wageningen redesign sistem pertanian di Indonesia menjadi sistem pertanian kompleks berprinsip pada agroekologi.

Acara ini diikuti 213 peserta instansi, baik lokal ataupun internasional.

Acara dibuka oleg Wakil Dekan Bidang Akademik, Sujarwo.

Dia menyatakan, pemahaman tentang agroekologi dalam perspektif internasional itu penting dalam kaitan saat ini terjadi trade off antara ekologi dan keuntungan ekonomi.

Webinar ini digelar untuk memotivasi civitas akademika, praktisi, pemerintah dan masyarakat umum untuk bekerja sama mendorong pengembangan agroekologi di Indonesia. Yakni dengan menyajikan prinsip-prinsip agroekologi yang tepat, guna dapat memperbaiki sistem pertanian sekaligus sistem pangan yang bergizi dan berdaulat.

Sistem pertanian modern memang telah mampu meningkatkan hasil panen beberapa komoditas pertanian, namun seringkali mengorbankan sisi lingkungan dan kedaulatan masyarakat akan pangan lokal. Selain itu pertanian kita juga masih rentan terhadap perubahan iklim, perdagangan global dan sangat menentukan pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia.

Dr Uma menyampaikan materi mengenai agroekologi dalam perspektif Indonesia, mengantarkan pemahaman cara untuk mendesain agroekosistem yang dapat meningkatkan sistem pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim dan perubahan permintaan pasar, serta memecahkan permasalah nutrisi dan pemenuhan gizi dengan menerapkan Complex Rice System (CRS).

Dr Georges Felix mengelaborasi pertanian terintegrasi untuk menciptakan sistem pertanian berlanjut dan menyediakan ketersediaan pangan melalui desain lanskap, antropologi, serta mengkombinasikan keberagaman, efisiensi, sinergi dan interaksi.

Prof Paolo Barberi menyampaikan program-program agroekologi yang dilaksanakan di Eropa. Peran pemerintah di Eropa cukup besar dalam kaitannya mendukung agroekologi agar tercipta makanan sehat, lingkungan sehat, dan agroekologi yang sehat.

Prof Miguel Altieri menjelaskan, restorasi agroekologi dan lanskap ekologi di Amerika Latin untuk menjaga ketahanan pangan. Ia menambahkan kombinasi dari agroekologi dan lanskap ekologi dapat menciptakan ketahanan pangan dan produksi pertanian.

Sebagai penutup, Mangku Purnomo, selaku wakil dekan keuangan mengatakan, webinar internasional ini merupakan serangkaian kegiatan internasional dan kerja sama yang telah dibangun Universitas Brawijaya Malang, Fakultas Pertanian dan berbagai dosen serta universitas ternama mulai dari Malaysia, Puerto Rico, USA, Australia, Kolombia, Italia, Jerman, Swedia, Belanda, dan UK yang dimulai sejak awal perkuliahan semester ganjil 2020.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved