Wali Kota Sutiaji Siapkan Skenario Naikkan Gaji Guru Honorer Kota Malang: Ambil Bosda Salah Satunya

Wali Kota Sutiaji siapkan skenario untuk menaikkan gaji guru honorer di Kota Malang. Salah satunya mealui Bosda Dinas Pendidikan dan masa kerja.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rendahnya gaji guru honorer di Kota Malang membuat Wali Kota Malang, Sutiaji mendapat desakan dari Fraksi PKB DPRD Kota Malang untuk menaikkan gaji mereka.

Sutiaji pun membenarkan, sebenarnya dirinya juga pernah mendapatkan keluhan dari para Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang gajinya masih di angka Rp 300 ribu per bulan.

Akan tetapi, untuk menaikkan gaji GTT dan PTT dikatakan Sutiaji bukanlah domain dari pemerintah.

Baca juga: Dukung Komunitas Pecinta Game Online, Cawali Gus Ipul Dorong Esports Masuk KONI Kota Pasuruan

Baca juga: Fakta Video Viral Ibu Dipasung Anak Sendiri, Ternyata Neneknya, Ini Alasan Kaki Nenek Diikat Rantai

"Memang kami ada keluhan soal rendahnya gaji. Dan kami minta ada penyetaraan dan memang sesuai kemampuan daerah. Sebenarnya yang ngangkat honorer bukan pemerintah. Karena mereka dapat SK dari kepala sekolah," ucap Sutiaji.

Oleh karenanya, sebagai kepala daerah, Sutiaji tidak berani untuk langsung memberikan gaji kepada GTT karena SK-nya bukan dari kepala daerah.

Akan tetapi, dia memiliki solusi lain agar bisa menaikkan upah bagi para GTT dan PTT.

Baca juga: Wujud 1 Benda yang Buat Nikita Mirzani Lemas, Julukan Wanita Amazon Tak Berlaku? Nyai Pejamkan Mata

Baca juga: Tuntut Kades dan Sekdes Diberhentikan, Puluhan Warga Duduki Kantor Desa Paowan

Salah satunya ialah melalui kuota Bosda yang diambilkan dari Dinas Pendidikan Kota Malang.

"Biasa diambil kuota di Bosda. Tapi tidak per orang. Melainkan per sekolah. Nanti bisa diberikan untuk siswa maupun untuk GTT atau PTT," ucapnya.

Selain itu, Sutiaji juga memiliki skenario lain untuk menaikkan gaji guru honorer. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan meningkatkan gaji sesuai dengan lamanya masa kerja.

"Kalau masa kerjanya sekian tahun, pasti sudah mendekati UMK dan mereka pasti senang. Karena bisa naik dari semulai Rp 300 Ribu menjadi Rp 2 Juta. Pokoknya paling tinggi itu sekitar Rp 2,7 Juta," tandasnya.

Penulis: Rifky Edgar

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved