Breaking News:

Berharap Sampai Turun Temurun, Musri: Jangan Sampai Hilang Program JKN-KIS

Peserta JKN-KIS asal Kabupaten Tulungagung, Musri Wilujeng (52) terbantu dengan adanya program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini.

Editor: Pipin Tri Anjani
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Musri Wilujeng (52), peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Kabupaten Tulungagung, 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Sejak muda sudah memiliki riwayat Hipertensi (tekanan darah tinggi), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Kabupaten Tulungagung, Musri Wilujeng (52) terbantu dengan adanya program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini.

Biaya pelayanan kesehatan dan obat yang dikonsumsinya setiap hari gratis, tanpa biaya.

“Sebelum punya JKN memang sudah punya riwayat Hipertensi, sejak muda sudah tinggi tensinya, mungkin keturunan. Sampai sekarang konsumsi obat setiap mau tidur. Kata dokter nggak boleh
berhenti,” terangnya.

Tidak hanya Hipertensi, ternyata Musri juga pernah menjalani operasi tiroid. Paska operasi, Musri harus kontrol sampai 3 kali, setelah dinyatakan sembuh, Musri kembali ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).  

Bersyukur selama perawatan Musri mendapatkan pelayanan yang bagus.

“Tahun 2014 pernah operasi tiroid, semacam gondok. Setelah operasi, ada kontrolnya waktu itu. Kontrol ketiga hasilnya sudah bagus, tidak bahaya, terus saya kembali ke FKTP. Sudah baik, tidak ada keluhan apa-apa. Gratis semua, kontrol juga tidak ada biaya sama sekali. Alhamdulillah semua tenaga medisnya ramah, baik, tidak seperti yang saya bayangkan, katanya kalau pakai JKN itu kurang memuaskan, tapi nyatanya bagus itu,” jelas wanita kelahiran Blitar ini.

Musri juga menyarankan kepada menantunya yang akan melahirkan agar menggunakan JKN-KIS, dan bayi yang dilahirkan agar segera didaftarkan jadi peserta JKN-KIS.

Menurutnya, akan sangat membantu dan meringankan apabila menggunakan JKN-KIS.

“Ini menantu saya melahirkan saya sarankan anaknya yang baru lahir untuk langsung didaftarkan BPJS. Kemarin melahirkan tidak ada biaya sama sekali. Sangat membantu sekali. Kalau nggak sakit pun kita punya prinsip membantu yang sakit, jadi nggak merasa kebebanan. Pokoknya bagus lah program ini,” ujarnya.

Apalagi bagi yang usianya sudah tidak lagi muda, Musri menyontohkan dirinya yang memiliki penyakit kronis.

Apabila tidak memiliki JKN-KIS, Musri merasa akan berat ketika sakit. Seandainya tidak sakit, bersyukur, bisa untuk jaga-jaga.

“Bayar iuran setiap bulan tidak apa-apa, tidak masalah. Kalau ada yang mendadak kayak operasi kan biayanya mahal, itu yang agak susah. Lagian untuk masa tua kalau sudah tua kan sering sakit, kayak saya ini contohnya. Kalau nggak ikut BPJS kayaknya terlalu berat nantinya, takut membebani anak-anak, kalau seperti ini kan bisa mandiri. Wong nggak masalah seandainya nggak sakit, Alhamdulillah, ya untuk jaga- jaga di hari tua juga bagus, bisa membantu yang sakit juga,” jelasnya.

Musri berharap BPJS Kesehatan bisa semakin bagus pelayanannya, dan Program JKN-KIS tetap ada supaya keturunannya kelak bisa menikmati. Musri sangat mendukung program ini.

“Harapan saya semoga BPJS Kesehatan tetap sabar melayani masyarakat, semakin bagus, semakin jaya, bisa diteruskan seterusnya sampai turun temurun. Saya merasakan sendiri, semoga keturunan saya ini bisa terjamin. Jangan sampai dihilangkan program ini, bagus. Dan semoga berkah menjalankan program-
programnya. Saya sangat mendukung,” pungkas Musri.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved