Breaking News:

Dicemarkan, Tim Kuasa Hukum Gus Ipul Laporkan Akun, Pembuat dan Objek Video ke Polda Jatim

Tim kuasa hukum Saifullah Yusuf melaporkan sejumlah akun media sosial, pembuat video dan objek di dalam video ke Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Tim kuasa hukum Paslon 01 melapor ke Polda Jawa Timur. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tim kuasa hukum Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan sejumlah akun media sosial, pembuat video dan objek di dalam video ke Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Laporan ini dilakukan setelah tim kuasa hukum Gus Ipul merasa dirugikan atas sebuah video yang beredar di media sosial dan viral. Video itu jelas mencemarkan nama baik Gus Ipul.

Anggota Divisi Hukum Tim Pemenangan Paslon 01, Indra Bayu menjelaskan, laporan ini adalah buntut dari sebuah video pengakuan berdurasi 1 menit 40 detik dan menyebar luas di media sosial.

Dia menjelaskan, video pengakuan dari seorang penjual kayu ini merugikan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Maka dari itu, ia melaporkan empat orang ke polisi.

"Kami tidak bisa terima atas beredarannya video hoax tersebut. Makanya, kami merasa nama baik Gus Ipul dicemarkan dan ini harus dipertanggung jawabkan," jelas dia kepada TribunJatim.com Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, objek yang ada di dalam video itu menuding Gus Ipul memiliki hutang dan tidak membayar. Padahal, setelah dikonfirmasi, Gus Ipul mengaku tidak pernah memiliki hutang dengan yang bersangkutan.

Baca juga: Besok Khofifah Akan Teken UMK Tahun 2021, Ring 1 Jatim Kompak Minta Naik

Baca juga: Pohon Tumbang Macetkan Jalan Nasional Surabaya-Banyuwangi

Baca juga: Nikita Mirzani Ogah Minta Maaf soal Komen Tukang Obat ke Habib, Najis, Nyai Singgung Masuk Penjara

Secara garis besar, ia menceritakan sedikit kronologis kasus ini. Ia menyebut, Gus Ipul membeli sebuah kayu dari seseorang berinisial P. Nah, pria berinisial P ini yang berhubungan dengan orang yang ada di dalam video.

"Jadi jelas, dalam kasus ini. Gus Ipul tidak berhubungan langsung dengan orang yang ada di dalam video tersebut. Video itu tidak benar," sambung Bayu, sapaan akrabnya anggota tim kuasa hukum Gus Ipul ini kepada TribunJatim.com.

Dikatakan dia, dalam kasus ini, pihaknya melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

Ia berharap, Korps Bhayangkara menindak para pelaku penyebaran berita bohong.

"Kami sangat dirugikan. Ini hate speech, dan ujaran kebencian. Kami berharap, polisi segera menangkap para pelaku ini agar tidak membuat keonaran kembali," papar dia.(lih/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved