Breaking News:

PUSAKA Ingatkan Bawaslu Kota Pasuruan Untuk Proaktif Antisipasi Politik Uang

Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA) Pasuruan meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan untuk lebih proaktif dalam pengawasan pol

(Surya/Galih Lintartika)
Direktur PUSAKA Lujeng Sudarto dan pengurus lainnya saat datang ke Kantor Bawaslu Kota Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA) Pasuruan meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan untuk lebih proaktif dalam pengawasan politik uang di Pilwali Kota Pasuruan 2020.

Dorongan dan dukungan ini disampaikan PUSAKA langsung ke Kantor Bawaslu Kota Pasuruan, Jumat (20/11/2020) sore.

Direktur PUSAKA Pasuruan Lujeng Sudarto mengatakan, sudah tercium aroma tak sedap di dalam Pilwali Kota Pasuruan. Ia menilai, Pilwali Kota Pasuruan sangat rentan dengan politik uang.

Dari hasil investigasi yang dilakukan bersama tim, ada indikasi keterlibatan cukong dalam Pilwali Kota Pasuruan. Maka dari itu, Bawaslu harus lebih profesional dalam melakukan pengawasan untuk mencegah politik uang.

Disampaikan Lujeng, cukong adalah pemodal bagi para calon kepala daerah yang sedang bertarung dalam kontestasi lima tahunan. Nah, biasanya, cukong atau pemodal ini sarat kepentingan.

"Kalau boleh saya mengibaratkan, tidak ada makan siang yang gratis. Artinya, ketika cukong ini siap jadi pemodal, maka akan ada kompensasi yang harus diberikan ketika nanti terpilih dan menang kontestasi," sambungnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Jadwal MotoGP Portugal 2020 - Kualifikasi Digelar Malam Ini, Menanti Comeback Valentino Rossi

Baca juga: Resmi, Conor McGregor Vs Dustin Poirier Jadi Duel Utama UFC 257

Baca juga: Jatim Juara III MTQ Nasional ke -28 di Padang

Dia mendorong Bawaslu untuk tetap bekerja maksimal dan sesuai dengan rel tugas dan fungsinya sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Namun, indikasi pendanaan paslon oleh cukong juga harus menjadi perhatian.

"Saya tidak ingin demokrasi dengan tingkat partisipasi yang tinggi, tapi menghasilkan produk politik yang korup dan tidak sehat. Jangan sampai ada kasus korupsi lagi di Kota Pasuruan," papar dia kepada TribunJatim.com.

Ia mencontohkan, ketika Pilwali ini dimenangkan oleh paslon yang disupport cukong, maka bisa dipastikan tata kelola pasti akan korup karena diawali dengan demkorasi yang korup.

Bisa jadi, kata Lujeng, cukong akan menagih janji ke paslon yang didukungnya ini. "Ada pembangunan tapi bukan untuk rakyat, tapi untuk kepentingan cukong. Nah, ini yang sangat tidak elok sekali. Pasti ada transaksi di sana," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved