Breaking News:

Soal Aksi Coret-coret Rambu Lalu Lintas, Dishub Kota Malang: Pelaku Akan Dikenakan Sanksi Pidana

Terkait aksi coret-coret rambu lalu lintas, Dishub Kota Malang menegaskan bahwa pelaku akan dikenakan sanksi pidana.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Imbauan untuk tidak melakukan aksi vandalisme rambu lalu lintas dari Dishub Kota Malang, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan bertindak tegas terhadap pelaku perusakan (vandalisme) rambu lalu lintas.

Bahkan perbuatan vandalisme terhadap rambu lalu lintas dapat dikenakan sanksi pidana penjara.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto melalui Kasi Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Lalu Lintas, Dishub Kota Malang, Heriono mengatakan, perbuatan vandalisme terhadap rambu lalu lintas dapat berakibat terancamnya keselamatan para pengguna jalan.

"Di dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah tertera jelas hukuman pidana bagi para pelaku vandalisme lalu lintas," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (22/11/2020).

Di dalam Pasal 28 huruf a Undang-undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi "setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan,".

Bagi pelanggar akan berimbas konsekuensi hukum pidana seperti yang tertera pada pasal 275. Dalam pasal tersebut berbunyi "setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Baca juga: Maling Kota Malang Berlagak Mirip Pemulung, Gondol Besi Tanjakan Motor Milik Depot Ayam Gepuk

Baca juga: PDAM Kota Malang Akan Beri Kompensasi Diskon pada Pelanggan Terdampak Air Terkontaminasi Solar

Sedangkan, pada Pasal 275 ayat 2, setiap orang yang merusak rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan sehingga tidak berfungsi dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 50.000.000.

Dirinya menerangkan, di Kota Malang, aksi vandalisme rambu rambu lalu lintas terjadi di sekitar 100 titik.

"Paling banyak tersebar di Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru. Seperti di Jalan Veteran dan beberapa titik lain di Kecamatan Klojen," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk mendeteksi pelaku vandalisme atau perusakan rambu, pihaknya mengakui masih kesulitan.

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Perbolehkan Kampus di Malang Gelar Wisuda Tatap Muka: Kami Berikan Kelonggaran

Baca juga: DPRD Tegaskan Pemekaran Wilayah di Kota Batu Bertujuan untuk Kesejahteraan Rakyat

"Banyak lokasi yang terpasang rambu lalu lintas belum tersentuh pantauan dari kamera yang terkoneksi ke Dishub maupun Kominfo. Tapi dulu memang sempat ada yang terekam, pelaku perusakan rambu lalu lintas di daerah Sulfat. Setelah itu langsung ditindaklanjuti dan dibawa ke Polsek, namun atas dasar kemanusiaan akhirnya kami minta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya itu," bebernya.

Heriono juga meminta agar masyarakat dapat proaktif membantu Dishub Kota Malang dalam melakukan pencegahan aksi vandalisme lalu lintas.

"Masyarakat yang mengetahui adanya aksi vandalisme rambu lalu lintas bisa langsung memvideo atau memfotonya. Foto dan video dapat dikirimkan ke kami, dan kami akan segera menindaklanjuti langsung ke lapangan," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved