Breaking News:

Cara Politisi Gerindra Hadapi Momen-momen Penting, Selalu Minta Restu Ibu

Selain berpengalaman di bidangnya masing-masing, keduanya dinilai memegang komitmen dan amanh dalam melaksanakan program kerjanya untuk kesejahteraan

Istimewa/TribunJatim.com
Politisi Gerindra saat bertemu warga 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pasca debat Pilbup Gresik, pekan lalu, warga semakin yakin jika Cabup-Cawabup Gresik Mohammad Qosim- dr.Asluchul Alif (QA) merupakan pasangan yang ideal untuk menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Gresik. 

Selain berpengalaman di bidangnya masing-masing, keduanya dinilai memegang komitmen dan amanh dalam melaksanakan program kerjanya untuk kesejahteraan warga Gresik. 

Saat menyapa warga di Desa Sembayat dan Desa Karangrejo Kecamatan Manyar, serta di Desa Golokan Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, kedatangan Pak Qosim dan Dokter Alif terasa berbeda. 

Baca juga: Sapa Warga Tambaksari, Mujiaman: Tak Hanya Taman, Surabaya Next Level Warga Harus Subur Makmur

Bagaimana tidak. Hampir seluruh warga keluar rumah dan ratusan kendaraan mengiringi kampanye Paslon yang diusung PKB dan Partai Gerindra tersebut.

Paslon Qosim-Alif yang menaiki becak keliling kampung terus disambut warga. Selain bersalaman. 

Banyak warga yang meminta berswafoto bersama. 

Lagu iQAe juga terus berkumandang.  Sosok dokter Alif bagi warga Sembayat dan Karangrejo memang sudah tidak asing. 

Warga mengenal Dokter Alif berasal dari Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar juga dikenal sebagai sosok sederhana. Sebagai Direktur RS Fathma Medika ini juga dikenal sangat ramah dan suka membantu, terutama kepada warga yang kesulitan berobat. 

"Bagi warga sini, dokter Alif itu orangnya jujur, ramah dan suka membantu. Semua pasti kenal sama beliau," ujar Ismatul Ulya, Warga Sembayat.

Isma berharap, jika nanti Qosim-Alif terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik mampu membuat Kabupaten Gresik lebih baik lagi. 

"Semoga Qosim-Alif menang di Pilkada 9 Desember mendatang. Sehingga Gresik semakin maju," harapnya.

Ketika berkunjung ke Desa Karangrejo, Pak Qosim dan dokter Alif tak lupa untuk berziarah kubur ke makam Ibu Fathona, (ibu dr. Alif) dan Mbah Buyut Hajat. 

Bagi dokter Alif, di setiap momen penting dirinya selalu meminta izin dan mengirim doa kepada kedua orang tua. "Dengan berziarah kubur dan mengingat Allah hati bisa menjadi tenang," ungkap dr. Alif.

Sementara itu, Pak Qosim kepada warga Desa Karangrejo menyatakan, alasan program QA banyak menggunakan kartu. 

"Semua orang punya KTP. Tapi tidak semua orang boleh mengaksesnya. Sehingga kami menciptakan kartu-kartu. Kami punya Kartu Guru Bangkit, Kartu Nelayan Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit dan banyak lagi. Itu agar semua tersistem," jelasnya. 

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved