Breaking News:

Pilih Jual Sabu Setelah Kena PHK, Pria di Surabaya Dituntut Hukuman Tujuh Tahun Penjara

Memilih jual sabu pasca di PHK, pria di Surabaya mengaku menyesal setelah dituntut hukuman tujuh tahun penjara.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Pipin Tri Anjani
TribunJatim.com/Samsul Arifin
Terdakwa Danu (paling kanan) saat jalani sidang di PN Surabaya secara daring. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memilih menjual sabu pasca di PHK, Danu Agus Setiawan mengaku menyesal setelah ditangkap polisi. 

Hal ini diketahui dalam sidang kasus peredaran sabu di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda tuntutan. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida K. Hapsari menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama tujuh tahun. 

“Menyatakan, terdakwa juga dikenakan denda sebanyak Rp 1 miliar, apabila tidak bisa membayar denda tersebut sebagai gantinya hukuman selama enam bulan penjara,” kata JPU Chalida di ruang sidang Garuda I, Selasa (23/11/2020). 

Setelah mendengarkan tuntutan jaksa, terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan pembelaannya. 

Baca juga: 4 Bulan Beroperasi di Gresik dan Mojokerto, Sindikat Peredaran Gula Rafinasi Terbongkar di Lamongan

Baca juga: Viral Video Pickup di Lumajang Terperosok ke Jurang, 2 Penumpang Terpental, Sopir Ikut Terguling

Melalui video telekonferensi, terdakwa mengaku menyesal telah memperjual belikan sabu. 

“Mohon keringanannya pak, saya tulang punggung keluarga dan baru saja di PHK dari pekerjaan. Saya menyesal pak,” akuinya.

Setelah mendengarkan permohonan tersebut, majelis hakim kemudian menutup persidangan dan lanjutkan pada agenda putusan minggu depan.

“Baik, menyesal ya. Nanti kami musyawarahkan dulu,” kata hakim. 

Baca juga: 100 Jukir di Tulungagung Jalani Rapid Test Virus Corona, Dua Orang Reaktif, Bakal Ikuti Tes Lanjutan

Terdakwa Danu diamankan petugas kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak di rumahnya.

Saat itu petugas menemukan tiga poket plastik yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,95 gram beserta pembungkusnya di dalam kotak warna merah.

Selain itu, petugas juga menemukan timbangan elektrik dan satu buah skrup yang terbuat dari sedotan di dalam kotak itu. 

Diakui terdakwa sebelumnya, sabu tersebut adalah milik Bule (DPO), apabila sabu tersebut berhasil terjual, maka Ia dapat keuntungan Rp 1 juta.

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved