Breaking News:

FPD UC Surabaya Dorong Mahasiswa Unjuk Karya, Siapkan Lulusan Fesyen Bersaing di Kelas Dunia

Mahasiswa FPD Universitas Ciputra Surabaya unjuk karya di Couture Fashion Week New York 2020. Dorong lulusan mampu bersaing di kelas dunia.

ISTIMEWA/Universitas Ciputra Surabaya
Mahasiswa FPD Universitas Ciputra Surabaya unjuk karya di Couture Fashion Week New York 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA  - Berkomitmen menyelenggarakan pendidikan berkelas dunia, Program Studi Fashion Product Desain (FPD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya tidak hanya fokus memberikan pembelajaran di dalam kampus saja.

Pengalaman nyata di dunia fasyen juga diberikan, bahkan sampai di dunia International.

Hal ini disampaikan Marini Yunita Tanzil, B.Com.Des, M.Fashion, Ketua Program Studi Fashion Product Desain and Business (FPD) Universitas Ciputra Surabaya.

“Setiap tahunnya kami aktif ikut serta di kegiatan fashion show baik di dalam negeri seperti  Jakarta Fashion Week, Bali Fashion Trend, Surabaya Fashion Parade; di luar negeri seperti Busan Fashion Week, New York Fashion Week,” terang Marini.

12 mahasiswa FPD Universitas Ciputra Surabaya terpilih unjuk karya di Couture Fashion Week New York 2020.

Mahasiswa FPD Universitas Ciputra Surabaya.
Mahasiswa FPD Universitas Ciputra Surabaya. (ISTIMEWA/Universitas Ciputra Surabaya)

Salah satunya adalah Tabita Citra Tarasaschia yang akrab di sapa Tata.

Dalam gelaran tersebut, dirinya mengangkat kain lurik warna sky blue dan krem dalam desain resort wear.

Tata menuturkan jika dia ingin mengenalkan kain lurik khas indonesia ke International. 

“Mahasiswa tidak hanya ikut menonton acara fesyen, namun karya merekalah yang dipamerkan di ajang internasional itu. Awal tahun 2020 karya mahasiswa ikut berlaga di New York Fashion Week. Dengan begini mahasiswa punya pengalaman nyata di bidang fesyen, bahkan mereka bisa belajar langsung dari pelaku industri di bidang fesyen”, paparnya.

Imbuh Marini, “Selain itu mahasiswa juga punya kesempatan untuk belajar di Fashion Intitute of Technology (FIT) dan Parsons School of Design - The New School”, imbuhnya.

Ia pun berharap bahwa mahasiswa akan mampu mengangkat kekayaan lokal dan karyanya mampu bersaing di kelas dunia.

“Dunia fesyen Indonesia tidak akan kekurangan desainer berbakat yang bisa menembus panggung mode international yang tentu saja dengan membawa konten lokal Indonesia. Itu harapan saya. Indonesia makin di kenal di dunia International”, terang Marini.

Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved