Breaking News:

Volume Penjualan PT Emdeki 14.775 Ton di Kuartal III, Diproyeksi Naik 1,3 Persen hingga Akhir 2020

PT Emdeki Utama Tbk catat total volume penjualan Kalsium Karbida sebesar 14.775 ton di kuartal III. Diproyeksi naik 1,3 persen hingga akhir 2020.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
SURYA/WILLY ABRAHAM
Direktur Independen Chakravarthi Kilambi (kiri) bersama Direktur Emdeki, Vincent Secapramana dalam paparan publik, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Selama kuartal III tahun 2020, PT Emdeki Utama Tbk mencatatkan total volume penjualan Kalsium Karbida sebesar 14.775 ton.

"Hingga akhir tahun 2020 diproyeksikan mencapai 20.528 ton, naik 1,3% dari penjualan tahun 2019 yang sebesar 20.260 ton," ucap Direktur Emdeki, Vincent Secapramana dalam paparan publik, Kamis (26/11/2020).

Pada kuartal III 2020, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp. 30,42 miliar, sedangkan pada akhir tahun 2020, laba Perseroan diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp. 43,92 miliar atau naik 35,09% dari tahun 2019 yang sebesar 32,51 miliar.

Vincent menambahkan, ketidakpastian kebijakan perdagangan global juga dibarengi dengan adanya pandemi virus Corona ( Covid-19 ) yang telah membayangi pertumbuhan dari negara mitra dagang utama dengan proyeksi yang melambat serta menumbuhkan risiko negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Akan tetapi dengan kerja keras dan terukur dari seluruh jajaran, perseroan masih mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dengan cukup baik sehingga kami optimistis dengan proyeksi ke depan,” terangnya.

IPO PT Emdeki Utama Tbk direncanakan untuk pengembangan dan diversifikasi usaha yaitu memproduksi Carbide Desulphuriser sebagai pengembangan usaha dan High Grade Ferro Silica untuk digunakan oleh industri baja nasional sebagai diversifikasi usaha.

Pembangunan pabrik Carbide Desulphuriser Tahap I telah selesai dibangun di Gresik pada akhir September 2019 dan telah berporduksi normal, untuk

pabrik Carbide Desulphuriser Tahap II di Cilegon-Banten dipertimbangkan ditunda, menunggu perkembangan positif pabrik baja di wilayah Cilegon.

"Rencana pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik dengan kapasitas 7.000 ton per tahun perlu ditunda, karena perlu penelaahan lebih lanjut karena berdasarkan data terakhir ramalan para ekonom dunia dan adanya Pandemi Covid-19 terjadi perlambatan ekonomi," pungkasnya. 

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved