Akademisi UK Petra Cetak SDM Untuk Mengelola Wisata Desa di Lereng Gunung Anjasmoro

Akademisi Universitas Kristen Petra Surabaya memberikan pelatihan bagi masyarakat terkait manajemen pengelolaan wisata di Desa Jarak, Jombang

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
mohammad romadoni/surya
Lokasi wisata Bukit Pecaringan kolaborasi Pemdes Desa Jarak dengan UK Petra melalui program Dana Hibah Abdimas DRPM (Dirjend Ristek dan Pengabdian Kepada Masyarakat). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Akademisi Universitas Kristen Petra Surabaya memberikan pelatihan bagi masyarakat terkait manajemen pengelolaan wisata di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (28/11/2020).

Pelatihan khusus tersebut berguna untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing dalam mengelola manajemen wisata secara baik, efisien dan sesuai standar Sapta Pesona Wisata.

Pendampingan secara masif dari insan akademisi yaitu dosen UK Petra ini termasuk menyiapkan warga setempat yang nantinya akan mengelola destinasi baru di wisata Bukit Pecaringan kawasan lereng Gunung Anjasmoro, Dusun Jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam tersebut.

Pelatihan manajemen pengelolaan wisata ini merupakan rangkaian dari program
Dana Hibah Abdimas DRPM (Dirjend Ristek dan Pengabdian Kepada Masyarakat), Ristek BRIN yakni dengan skema PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra).

Adapun institusi pengusul hibah adalah Universitas Kristen Petra yang tergabung dalam tim antara lain Anik Juniwati dosen Prodi Arsitektur, Serli Wijaya sebagai Dosen Magister Managemen sekaligus akademisi dan peneliti tentang pariwisata Indonesia serta Regina Jokom dosen Managemen Perhotelan.

Serli Wijaya tutor pelatihan, mengatakan pelatihan manajemen pengelolaan wisata ini merupakan bagian dari program pendampingan desa mitra untuk pengembangan potensi Desa Jarak yang fokus pada desa wisata.

"Kami melihat banyak sekali potensi wisata yang dapat dikembangkan sehingga pendampingan kita tidak hanya dari segi fasilitas fisik (Pembangunan) melainkan juga menyiapkan SDM masyarakat dalam manajemen pengelolaan wisata," katanya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Pemuda Pancasila Instruksikan Seluruh Anggota Berkontribusi Bangkitkan Ekonomi

Baca juga: Aneka Kreasi Makanan Dari Tahu, Wow Ada Puding dan Kebab Tahu

Baca juga: Sebelumnya Main Film & Selebgram, Nasib Artis Prostitusi ST & MA Kini Miris, Lihat Motif Aslinya

Puluhan peserta dari masyarakat setempat yang mempunyai potensi kemampuan memajukan desa mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan wisata itu di teras rumah Ketua Bumdes, Jediono (42) Dusun Jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam.

Hujan deras yang mengguyur bersamaan saat itu tidak menyurutkan niat warga setempat justru mereka tampak antusias menyimak materi yang disampaikan oleh tutor tentang pembagian divisi, organisasi, dan tata cara manajemen pengelolaan wisata termasuk menyiapkan tempat wisata desa.

"Fasilitas fisik yaitu membangun sentra wisata di Bukit Pecaringan, kami juga mendampingi terkait sistem pengelolaannya semisal dari paket wisata yang dikembangkan sesuai potensi desa meliputi budata, pertanian, budaya dan peternakan yang sudah dilakukan tahun lalu," ucap Serli kepada TribunJatim.com.

Menurut dia, pihaknya kini memprioritaskan mencetak SDM untuk mengelola lembaga wisata di Desa Jarak dalam jangka panjang dengan profit yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

"Memang sudah ada struktur organisasi Bumdes secara global namun kini yang dimiliki adalah unit usaha wisata perlu divisi- divisi yang mengaturnya.
Inilah yang ingin kita sampaikan, ada pengelolaan dan pembagian pekerjaan yang jelas apalagi pembentukan Desa Mitra adalah komunikasi berbasis masyarakat," bebernya.

Masih kata Serli, masyarakat Desa Jarak dipandu dengan materi pelatihan yang mengacu terkait panduan kelompok sadar wisata seusai ketentuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri dari lima divisi utama yaitu divisi keamanan dan ketertiban, kebersihan dan kesehatan, Humas, pengembangan usaha dan divisi atraksi wisata dan souvenir.

"Warga antusias mereka sudah memiliki pengalaman event tahunan mungkin perlu penyesuaian untuk pengelolaan divisi
yang tertata dan marketing wisata," terangnya.

Regina Jokom, dosen Managemen Perhotelan UK Petra menuturkan warga juga dibekali dengan pelatihan marketing wisata. Apalagi, strategi pemasaran mutlak diperlukan dalam pengelolaan destinasi khususnya wisata desa Bukit Pecaringan.

"Kita memberikan strategi marketing, pertimbangan pesaing, keunggulan, sasaran pengunjung dalam menentukan harga untuk pembukaan wisata Desa Jarak yang semuanya itu sesuai kesepakatan masyarakat," pungkasnya.

Ditambahkannya, adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata yang manfaat bagi masyarakat sehingga mereka bisa mengelola manajemen pengelolaan wisata secara profesional.

"Wisata baru marketing yang diperlukan adalah promosi di banyak platform media sosial sehingga secara otomatis memicu ketertarikan orang mengunjungi wisata Desa Jarak," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved