Pilkada Tuban

Tiga Calon Klaim Lakukan Kampanye Virtual Cegah Klaster Pilkada, Bawaslu Temukan Pelanggaran

Pilkada Kabupaten Tuban akan dilaksanakan 9 Desember 2020, serentak dengan Kabupaten/Kota lainnya.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Pasangan Cabup-Cawabup Pilkada Tuban 2020 saat pengundian nomor urut, Kamis (24/9/2020). Riyadi (paling kanan) tampak sujud syukur. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pilkada Kabupaten Tuban akan dilaksanakan 9 Desember 2020, serentak dengan Kabupaten/Kota lainnya.

Ketiga kandidat cabup-cawabup Kabupaten Tuban mengaku telah melakukan kampanye virtual untuk mencegah klaster Pilkada, meski pertemuan tatap muka tak bisa dihindari.

Paslon nomor 1, Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar, mengatakan pernah melakukan kampanye online atau virtual.

Namun, lebih banyak melakukan kampanye tatap muka.

"Pernah kampanye virtual, tapi sering door to door, langsung ketemu pendukung," ujar Ana sapaan akrab cabup, Senin (30/11/2020)

Paslon nomor 2, Aditya Halindra Faridzki-Riyadi juga sama. Lindra putra mahkota mantan Bupati Tuban itu juga mengklaim telah melakukan kampanye virtual.

"Kita sudah buat kampanye virtual," singkat Lindra yang juga sebagai Ketua DPD Golkar Tuban kepada TribunJatim.com.

Baca juga: VIRAL Ujung Pilu Pernikahan Termahal Dunia, Gaun Seharga Rp 14 Triliun, Bencana Datang di Akhir

Baca juga: Gelagat Aneh & Pertanyaan Terakhir Selebgram Lompat Bunuh Diri: Mati Tidak? Sempat Ribut dengan Ibu

Baca juga: Sikap Beda Reino di Belakang Mertua, Aisyahrani Sampai Gemas, Gaya Ibu Syahrini Disindir: Jahil

Sementara itu, paslon 3, Setiajit-Armaya Mangkunegara, masih terlihat aktif melakukan pertemuan tatap muka turun ke lapangan.

Namun, mantan Kepala ESDM Jatim itu juga menegaskan tetap melakukan kampanye virtual di tengah pandemi.

"Iya sudah mas, melalui radio, zoom dengan komunitas. Bahkan kita gelar wayang secara virtual," beber Setiajit kepada TribunJatim.com.

Anggota Bawaslu Kabupaten Tuban, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, M. Arifin menyatakan, bagi calon yang melanggar protokol kesehatan bisa diberi peringatan tertulis hingga sanksi lanjutan sebagaimana peraturan perundang-undangan.

Untuk temuan pelanggaran protokol kesehatan sementara ada di lima kecamatan yaitu Tuban, Rengel, Tambakboyo, Jenu, Palang. Namun rata-rata dilakukan tim paslon.

Senada dengan M Arifin, Ketua Bawaslu Tuban, Sullamul Hadi menambahkan, pihaknya juga mengimbau atau melakukan pencegahan dini agar para paslon tidak melanggar protokol kesehatan.

Seperti memberi surat imbauan, evaluasi tim paslon kabupaten, koordinasi saat pelaksanaan kegiatan kampanye dengan tim paslon, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Selain itu surat pemberitahuan kepada kepolisian dan gugus tugas terkait rekomendasi kegiatan agar taat protokol kesehatan.

"Temuan pelanggaran protokol kesehatan rata-rata dilakukan tim paslon, kita sudah ingatkan. Yang melanggar sudah kita berikan surat peringatan," beber Ketua Bawaslu. (Nok/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved