Pilkada Kabupaten Malang

Jelang Debat, Paslon Ladub Prioritaskan Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Malang Kelas Dunia

Jelang debat pamungkas Pilkada Malang 2020, paslon Ladub prioritaskan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Malang kelas dunia.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/MALANG BANGKIT
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang debat pamungkas Pilkada Malang 2020, reformasi birokrasi dan layanan publik menjadi salah satu program andalan yang masuk dalam visi misi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono ( Ladub ).

Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib menjelaskan, terdapat tiga target utama yang akan dilakukan untuk mendorong reformasi birokrasi dan layanan publik di Kabupaten Malang.

"Kami ingin kualitas layanan publik yang lebih cepat, murah, aman dan mudah dijangkau. Visi ini nantinya akan kami realisasikan dengan melakukan pemerataan sistem online pada semua instansi, serta bagaimana mendekatkan layanan kepada masyarakat," ujar Lathifah Shohib melalui Tim Malang Bangkit pada Selasa (1/12/2020).

Kata Lathifah Shohib, akan ada 8 area perubahan reformasi birokrasi. Politisi PKB ini berambisi mewujudkan tata kelola Pemkab Malang yang sempurna.

"Kami tekankan agar Kabupaten Malang menjadi birokrasi pemerintahan kelas dunia," ucap Lathifah Shohib.

Baca juga: Cabup Petahana di Pilkada Malang 2020 Acungkan Jempol untuk Sam HC, Sanusi: Calon Nomor 3 Top!

Baca juga: Ladub Berkomitmen Tingkatkan Asupan Gizi dan Nutrisi Anak-anak Kabupaten Malang Lewat Program PMT

8 area perubahan reformasi birokrasi itu antara lain adalah manajemen perubahan dan deregulasi kebijakan, penataan dan penguatan birokrasi, penataan tata laksana dan penataan sumber daya manusia (SDM), penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga memperbaiki layanan publik.

Program tersebut akan bersinergi dengan satu desa satu mobil operasional, satu aplikasi untuk semua layanan bagi masyarakat, Mal Pelayanan Publik Satu Pintu, ASN dan Tenaga Honorer Bangkit, serta forum komunikasi antara bupati dengan masyarakat yang dikemas dalam program Jati Mas.

"Insyaallah program yang sudah kami canangkan ini adalah sesuai dengan kebutuhan warga Kabupaten Malang dan kami sudah melibatkan banyak ahli dalam menyusun kebijakan ini," ujar cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

Baca juga: Sanusi Akan Beri Pelatihan dan Modal untuk Difabel Jika Terpilih Sebagai Bupati Malang

Baca juga: Calon Bupati Malang Lathifah Shohib Doakan Kesembuhan Ketum PBNU yang Positif Covid-19

Wanita yang akrab disapa Bu Nyai itu menegaskan pemerintah tugasnya adalah melayani rakyat.

"Karena memang tugas pemerintah adalah sebagai pelayan masyarakat, sehingga insyaallah ketika kami diberikan amanah oleh rakyat, perbaikan kualitas layanan publik menjadi fokus kami," tutupnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved