Virus Corona di Batu

Kota Batu Masuk Zona Merah Akibat Klaster Keluarga, Kuota Rumah Sakit untuk Pasien Positif Penuh

Kota Batu kembali menjadi zona merah Covid-19. Pemkot Batu mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/BENNI INDO
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memberikan penjelasan kepada para jurnalis setelah menggelar Rakor dengan Forkopimda menyikapi zona merah Kota Batu di Balaikota Among Tani, Rabu (2/12/2020). 

Di sisi lain, Pemkot Batu juga tidak berencana menambah tempat perawatan, seperti di lapangan terbuka. Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya sumber daya manusia (SDM).

“Kalau umpamanya menambah tempat, SDM kami tidak ada. Pemkot Batu juga tidak punya RS,” kata Dewanti.

Selain dokter, kebutuhan perawat juga sangat penting. Pasalnya, ada tiga kali pergantian jam kerja oleh perawat ketika merawat pasien Covid-19. Mereka harus siaga sepanjang 24 jam.

“Kalaupun ada tambahan, mereka ditempatkan ke shelter. Kalau harus ada perawatan, ada jaringan RS seluruh Jawa Timur,” kata Dewanti. 

Per 2 Desember 2020, ada 766 warga Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada tambahan 6 orang terkonfirmasi positif di hari yang sama. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, ada 84 orang berstatus aktif, 609 orang sembuh dan 73 orang meninggal.

Persentase kematian di Kota Batu adalah 10 persen. Kasus aktif 11 persen dan sembuh 79 persen. (SURYA/Benni Indo)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved