Breaking News:

Sertifikasi Halal, Jalan ke Pasar Global

Dari jumlah populasi UMKM di Jatim, kontribusinya terhadap PDRB Jatim mencapai 56,94 persen.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kepala Diskopindag Kota Malang, Drs. Wahyu Setianto, MM mengunjungi IKM Fest Zona Kota Malang dimTaman Krida Budaya Jawa Timur. 

Program pemulihan ekonomi Kota Malang ini mencakup Malang beli produk lokal (Malpro), Malang digital servid (Maldis), Malang bahagia (Malba), Malang berbagi (Malber), dan Malang herbal (Malherb) .

Khusus untuk Malang beli produk lokal (Malpro), Wali Kota Malang, Sutiaji, mendorong penguatan ekonomi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) lokal.

Malang beli produk lokal mendorong penguatan 'pivoting' pelaku ekonomi lokal agar bisa bertahan pada masa pandemi dan memfasilitasi digitalisasi UMKM.

“Upaya penguatan UMKM yakni melalui pendampingan perbaikan kualitas produk, permodalan, mencari pasar, dan sertifikasi halal. Produk harus benar-benar berkualitas, pembeli jangan seperti ‘beli kucing dalam karung’. Produk harus sesuai harapan pembeli,” ujar Sutiaji.

Diterangkan lebih lanjut, UMKM/IKM harus mulai memahami digital dan cara pemasaran memalui digital.

Ini karena penjualan produk melalui daring, malah meningkat di masa pandemi ini.

Sutiaji juga menjelaskan, penguatan UMKM/IKM berupa pendampingan permodalan dilakukan dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

“Dari hulu ke hilir, akan kami tata dengan baik,” terangnya.

Di Kota Malang, tercatat ada 5.267 IKM, dan lebih dari 100.000 UMKM. Sejumlah IKM berusaha bangkit untuk memulai aktivitasnya.

Tak sedikit IKM yang gulung tikar, banting setir usaha, atau berusaha pulih dan berdamai dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved