Breaking News:

Hasil Survei Geolistrik ITS Surabaya di Bondowoso Temukan Dugaan Struktur di 3 Lintasan

Tim Eksplorasi Geofisika ITS Surabaya merampungkan pengolahan data survei geolistrik di Bondowoso. Hasilnya, ditemukan dugaan struktur di 3 lintasan.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Tim Eksplorasi Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memaparkan hasil survei geolistrik kepada BPCB Jatim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, serta sejumlah pihak, Rabu (2/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Tim Eksplorasi Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya telah merampungkan pengolahan data survei geolistrik di Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso, Jawa Timur.

Hasilnya, ditemukan dugaan struktur di 3 lintasan yang ada. Dugaan struktur tersebut berada di kedalaman 5 meter atau sama dengan titik batu bata kuno yang ditemukan warga saat menggali sumur di samping rumah beberapa bulan lalu.

Dosen Teknik Geofisika ITS Surabaya, Juan Pandu GNR mengatakan, 3 lintasan geolistrik dengan total panjang bentangan sekitar 100 meter itu berada di depan rumah penemu batu bata kuno, Abdul Ghani, perkebunan warga, dan lapangan gobak sodor.

Ketiga lintasan dipasang tak jauh dari lokasi temuan awal batu bata kuno atau sumur baru dan sumur lama di area belakang rumah Abdul.

"Struktur yang ditemukan di 3 lintasan diduga batu bata merah. Untuk mengetahui secara pasti perlu kajian lebih lanjut dari tim arkeolog," katanya, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Sidang Putusan Kasus Pengancaman Sekda Bondowoso Nonaktif Saifullah Ditunda 10 Hari ke Depan

Baca juga: Kepala BNPB Doni Monardo Akan Bangun Jalur Aliran untuk Atasi Tumpukan Lahar Panas Gunung Semeru

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil survei geolistrik menunjukkan pula bila singkapan struktur batu bata merah pada sumur baru dan lama diduga menyambung ke arah barat laut-tenggara yang ditemukan pada 3 lintasan.

"Dugaan kuat kami, struktur ini menyambung. Tinggi struktur diduga sekitar 1 meter. Terkait informasi rinci struktur kami belum bisa menjustikasi," jelasnya.

Pihaknya pun merekomendasikan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk melakukan penggalian di beberapa titik.

Baca juga: Bupati Bondowoso Salwa Arifin Tanggapi Pengajuan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di SMP

Baca juga: SDN Karangsono 4 Kecamatan Bangsalsari Jember Ambruk, Hujan dan Bangunan Lapuk Jadi Sebab

Hal itu dilakukan untuk membuktikan hasil survei geolistrik yang dilakukan pihaknya sekitar seminggu lalu.

"Kami merekomendasikan 7 lokasi untuk digali," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved