Breaking News:

Investasi Finansial Lewat Emas Wujudkan Keinginan Ko Jiewa Beli Kamera Secara Cepat

Kemudian Ko Jie, sapaan akrabnya, teringat akan tabungan emas yang dimilikinya. Saat membeli emas logam mulai itu harga ada di kisaran Rp 300.000

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Food blogger dan food reviewer Jiewa Viera (kiri) atau yang biasa disapa Ko Jie bagikan tips hidupi passion dan berinvestasi di tengah wabah Corona. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siapa yang tidak kenal dengan content creator Jiewa Vieri dengan akun Instagram @inijie. Pria yang dikenal sebagai food creator, food blooger dan food photography ini, punya pengalaman terkait investasi finansial.

"Yaitu investasi finansial lewat tabungan emas. Seperti saya ingin membeli kamera Fuji terbaru. Tentunya harus menabung uang dulu, tapi ternyata menabung uang untuk mencapai sesuai harga kamera tadi lama," kata Jiewa saat menjadi narasumber dalam Webinar yang digelar PT Pegadaian (Persero) Surabaya 1, bertema "Wujudkan Resolusi Dengan Investasi", Kamis (3/12/2020).

Kemudian Ko Jie, sapaan akrabnya, teringat akan tabungan emas yang dimilikinya. Saat membeli emas logam mulai itu harga ada di kisaran Rp 300.000 per gram. Ternyata saat membutuhkan untuk membeli kamera tersebut, harga emas sudah naik menjadi Rp 700.000 per gram.

"Jadi dengan tabungan emas itu, saya bisa dapat duit untuk beli kamera lebih cepat," katanya kepada TribunJatim.com.

Sementara menabung uang, ternyata kalah cepat dengan inflasi. Harga kamera keburu naik, sementara uang belum terkumpul.

"Ternyata investasi finansial itu sangat penting. Bisa untuk rumah, pendidikan, pengembangan bisnis dan lainnya. Itu tujuannya," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Siti Badriah seusai Nikah Ogah Sering Berhubungan Intim, Kris: Awalnya Ngikutin, Makanya Gue Nikahin

Baca juga: 625 Pengawas TPS di Kabupaten Jember Reaktif Hasil Test Rapid, Satgas Covid-29 Minta Tes Swab

Baca juga: Tubuh Nathalie Holscher Lemah Tapi Tak Digubris, Ulah Anak-anak Sule Buat Sakit Hati, Hei Ya Allah

Tapi bagi dirinya yang kini hobi menjadi pekerjaan, traveling dan fotografi, investasi finansial turut membantu untuk menjalankan pekerjaan ini. Selain menghasilkan, hasil tersebut bisa dimanfaatkan untuk invetasi finansial.

"Seperti yang disampaikan Pegadaian, ternyata menabung emas sangat potensial, mengingat harga yang bisa naik, dan tidak terimbas bila ada inflasi seperti menyimpan uang," ungkap Ko Jie, yang tahun 2015 berhasil meraih Winner of Influence Asia 2015.

Mochamad Choyin, Vice President Pegadaian Area Surabaya 1, mengatakan, invetasi emas sangat menarik untuk menjadi pilihan invetasi.
"Hal itulah yang membuat Pegadaian memberikan pelayanan terkait invetasi emas. Bisa dengan tabungan emas, beli emas dengan dicicil dan lainnya," kata Choyin.

Orang semakin paham dengan invetasi emas. Di wilayah atau area Surabaya 1, diakui Choyin, banyak masyarakat yang melakukan invetasi emas untuk mendukung kegiatan usahanya.

"Mayoritas untuk dijadikan modal usaha. Dan itu tidak kecil nilainya, tapi besar hingga miliaran," ungkap Choyin.

Tak hanya itu, di area Surabaya 1 yang meliputi Surabaya bagian utara dan Jawa Timur bagian utara, trend memiliki emas, ada kelompok yang memilih menggunakan emas perhiasan. Selanjutnya emas perhiasan ini juga menjadi invetasi finansial untuk berbagai kebutuhan sekaligus penampilan.

"Ada trend disaat musim pernikahan, dan hari perayaan keagamaan, emas perhiasan ini tidak banyak yang digadai di Pegadaian. Tapi dikenakan untuk penampilan. Namun setelahnya musim waktu pernikahan dan hari perayaan, emas perhiasan bisa kembali lagi di Pegadaian untuk dimanfaatkan menjadi modal usaha dan kebutuhan konsumtif lainnya," ungkap Choyin.

Terkait kegiatan webinar dengan menghadirkan content creator Jiewa Vieri, Choyin mengatakan, hal ini merupakan upaya Pegadaian dalam mengedukasi manfaat invetasi finansial dengan instrumen emas yang mereka layani.

"Meski secara mayoritas, layanan di Pegadaian tetap gadai. Sekitar 70 persen, secara umum, masyarakat masih memanfaatkan Pegadaian untuk gadai. Sementara sisanya berupa non gadai, seperti tabungan emas dan pembelian emas secara cicilan, termasuk layanan arrum haji," tandas Choyin.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved