Breaking News:

Cerita Mahasiswi Unair yang Selesaikan Skripsi di Tengah Keterbatasan Keluarga, Sang Ayah Stroke

Memiliki anggota keluarga yang membutuhkan pengeluaran khusus untuk kesehatan, telah menginspirasi Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sulvi Sof
Afanin Husna, wisudawan Unair 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memiliki anggota keluarga yang membutuhkan pengeluaran khusus untuk kesehatan, telah menginspirasi Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Afanin Husna dalam menyelesaikan studinya.

"Ayah saya stroke dan adik saya berkebutuhan. Jadi di rumah hanya mama saya yang bekerja, sementara pengeluaran tetap dan bertambah untuk biaya pengobatan ayah dan adik saya. Hal itulah yg menginspirasi saya,"ungkap gadis yng meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang patut dibanggakan yaitu 3,88 ini.

Iapun mencari literatur terkait ekonomi kesehatan dan menemukan topik yang sesuai dengan apa yang terjadi di keluarga saya.Meskipun tidak mudah, namun ia memutuskan mengambil topik skripsi multidisipliner.

Yaitu Analisis Determinan Catastrophic Health Expenditure (CHE) di Indonesia.

Baca juga: TERPOPULER BOLA: Gaji Bagus Kahfi di FC Utrecht hingga Barito Putera Kirim 1 Pemain ke Ponpes

"Bergantung pada ilmu ekonomi kesehatan, CHE merupakan suatu kondisi di mana pengeluaran kesehatan melebihi ambang batas dari total pengeluaran rumah tangga,"ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rumah tangga dengan kondisi tersebut seringkali harus berhutang, menjual aset, dan banyak lagi lainnya.

“Menyusun skripsi ini penuh perjuangan karena topik multidisipliner yang jarang dibahas,jadi saya harus rajin mencari literatur," tutur mahasiswa asal Surabaya itu.

Iapun memulai dengan membaca skripsi kakak tingkat sejurusan. Meskipun sangat minim data, iapun memutuskan tetap melanjutkan topik ini, apalagi topik mengenai ekonomi kesehatan juga sedang booming, apalagi ada pandemi seperti ini.

"Saya juga diskusi dengan teman teman saya di fakultas kesehatan masyarakat mengenai topik tersebut. Untuk data juga ada kesulitan. Saya meneliti pada level rumah tangga, sehingga harus menggunakan data mikro yang pengolahannya lebih rumit dibandingkan data makro,"urainya.

Kerja keras Afanin akhirnya membuahkan hasil, bahkan topik skripsinya ini kan ia lanjutkan untuk tesis di program fast track yang ia ambil.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved