Breaking News:

2 Bocah Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur Dihukum Penjara, Keluarga Korban: Jauh dari Keadilan

2 bocah pelaku pembunuhan di Bukit Jamur dihukum penjara 7 tahun, 6 bulan, Senin (7/12/2020). Keluarga korban: jauh dari keadilan.

Penulis: Sugiyono | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
SIDANG - Suasana sidang putusan terhadap kedua bocah yang membunuh temannya sendiri dan mayatnya dibuang di bekas galian C, Senin (7/12/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pelaku kasus pembunuhan di bekas galian C Bukit Jamur, dihukum penjara selama 7 tahun, 6 bulan.

Kedua pelaku merupakan anak berhadapan hukum (ABH) yaitu MSI (16) dan MSK (15), warga Jalan Sunan Drajat, Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah.

Putusan tersebut dibacakan hakim tunggal Pengadilan Negeri Gresik yaitu Agung Ciptoadi, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Arema FC Enggan Terburu-buru Datangkan Pelatih Fisik dan Striker Baru, Ini Alasannya

Baca juga: Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai Mojoanyar Mojokerto, Diduga Baru Dilahirkan

Bahwa kedua ABH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana telah menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan menyebabkan matinya anak. 

Keduanya melanggar Pasl 76C, juncto Pasal 80 ayat (3), Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jis pasal 1 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem praperadilan pidana anak. 

"Mengadili perkara ini, memutuskan pidana penjara terhadap kedua anak, masing-masing tujuh tahun dan enam bulan. Serta pelatihan kerja masing-masing enam bulan di LP kelas satu khusus anak di Blitar," kata Agung Ciptoadi. 

Baca juga: Megawati Nangis Ingatkan soal Korupsi, Politisi PDIP Singgung Kasus Mensos Juliari: Paling Tersakiti

Baca juga: Pelaksana Proyek Kayutangan Heritage Targetkan 20 Desember Jalan Basuki Rahmat Malang Siap Dibuka

Selain itu,  barang bukti berupa tali plastik, tali kain, sebuah sarung warna ungu, sebuah baju koko warna putih, peci hitam, sebuah sarung warna biru, sebuah baju Koko, masker, celana pendek dan sepasang sandal dirampas untuk dimusnahkan. 

Sedangkan dua buah ponsel dikembalikan kepada kedua orang tua. 

Atas putusan tersebut, penasihat hukum kedua ABH  yaitu Sulton menyatakan pikir-pikir, sebab putusannya terlalu memberatkan kedua anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved