Pilkada Ponorogo

Masuki Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Pemungutan Suara Pilkada Ponorogo 2020 Jadi Perhatian

Memasuki gelombang kedua penularan Covid-19, pemungutan suara Pilkada Ponorogo 2020 jadi perhatian. Sekda ingatkan protokol kesehatan.

NET
Ilustrasi Pilkada Serentak - Masuki Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Pemungutan Suara Pilkada Ponorogo 2020 Jadi Perhatian 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mewanti-wanti kepada masyarakat Ponorogo untuk lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona (Covid-19).

Hal ini diserukan Agus Pramono lantaran kasus penularan Covid-19 di Bumi Reog yang terus naik.

Bahkan Agus Pramono menyebut, saat ini Ponorogo sedang diterjang gelombang kedua penularan Covid-19.

"Saya rasa bisa (disebut gelombang kedua). Karena dari sebelumnya hanya 13 kasus aktif Covid-19 sekarang naik sampai 197 kasus aktif," kata Agus Pramono, Senin (7/12/2020).

Naiknya kasus Covid-19 tersebut mayoritas berasal dari klaster perkantoran serta rapid test anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ditindaklanjuti dengan tes swab.

Baca juga: Masa Kampanye Pilkada Hari Terakhir, Ipong Ajak Masyarakat Ponorogo Jaga Kondusivitas

Baca juga: 49 Tambahan Kasus Baru Dalam Sehari, Ruang Isolasi di Ponorogo Hampir Penuh

Di tengah naiknya angka penularan Covid-19 ini, Agus Pramono mewanti-wanti pada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Ponorogo 2020 pada 9 Desember nanti agar tidak abai terhadap protokol kesehatan.

"Karena saat ini jelang Pilkada Ponorogo 2020, kita berharap warga tetap memperhatikan protokol kesehatan, kalau sampai tidak dilaksanakan bisa-bisa Ponorogo masuk zona merah, dan kita berharap semoga ini tidak terjadi," lanjutnya.

Pemkab Ponorogo sendiri telah melakukan pengetatan aktivitas masyarakat untuk menekan angka penularan Covid-19.

Baca juga: BKSDA dan DLH Sama-sama Menduga Pemotongan Belasan Sonokeling di Jalan Tulungagung-Blitar Pencurian

Baca juga: 15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19, Berasal dari Tiga OPD, Mayoritas OTG Jalani Isolasi Mandiri

Mulai dari memberhentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua tingkatan, yaitu SD, SMP, dan SMA.

Lalu membatasi jumlah undangan pernikahan ataupun hajatan lainnya, hingga memastikan pemulasaraan jenazah yang terindikasi Covid-19 sesuai dengan standar pemakaman pasien Covid-19.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved