Pilkada Serentak

Gubernur Khofifah Borong Dawet Usai Nyoblos di TPS 25 Jemurwonosari

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memborong bubur dawet usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 25 Kelurahan Jemurwonosari Kecamatan Wonocolo

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fatimatuz Zahroh
Khofifah borong dawet seusai mencoblos 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memborong bubur dawet usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 25 Kelurahan Jemurwonosari Kecamatan Wonocolo, Rabu (9/12/2020) siang.

Ia memborong dagangan milih Juminah yang pagi itu keliling berjualan dan berhenti di depan TPS 25 tempat Khofifah dan putra bungsunya menyalurkan hak suaranya. 

"Kalau semuanya berapa, ini saya beli semuanya supaya yang selesai memilih di TPS yang mau sarapan bisa ikut mencicipi," kata Khofifah pada Juminah. 

Baca juga: Kakak Whisnu Sakti, Jagad Hari Seno Berikan Hak Suara Diakhiri Salam Dua Jari.

Pada Juminah, Khofifah mengingatkan agar meski berjualan, tetap menerapkan protokol kesehatan. Yang berjualan harus tetap menggunakan masker, dan juga tetap menjaga sterilisasi dagangan yang dijual. 

Misalnya, mangkuk yang digunakan sementara bisa menggunakan yang sekali pakai. Dan penjual yang melayani pelanggan bisa menggunakan hand scoon agar tidak ada kontak fisik dengan dagangan yang dijual dan relatif terjaga dari penularan virus. 

Selain itu, Khofifah juga sempat menanyakan pada Juminah apakah dia termasuk yang mendapatkan bantuan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak covid-19.

"Ibu dapat bantuan Banpres-PUM? Bantuan yang dari pemerintah selama pandemi?" tanya Khofifah. 

Namun Juminah mengaku tidak mendapatkan bantuan yang dimaksud. Namun ia termasuk yang mendapatkan BLT dari pemerintah. Karena ia termasuk warga terdampak covid-19 dan suaminya tidak bekerja dan hanya dirumah. 

"Begitu dapat BLT saya langsung buatkan rombong supaya bisa untuk jualan, mencari uang," kata Juminah. 

Pada Juminah, Gubernur Khofifah memesankan agar pihaknya terus menjaga kesehatan karena harus keliling mencari nafkah dengan berjualan bubur. Ia menegaskan bahwa saat ini kondisinya masih pandemi covid-19, sehingga butuh dilakukan langkah-langkah preventif agar tidak sampai terpapar covid-19. 

Sementara itu Juminah mengaku bersyukur karena dagangannya sudah ludes diborong gubernur di pagi hari. Ia biasanya harus berkeliling sampai siang agar bisa laku semua dagangannya. Namun kini hanya berjualan di depan TPS, dagangannya sudah diborong. 

"Alhamdulillah. Semoga ibu gubernur sehat selalu. Saya bersyukur sekali, dagangannya diborong. Dan bayarnya juga lebih. Alhamdulillah rejeki," katanya. 

(fz/fatimatuz zahroh)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved