Virus Corona di Bangkalan

Kecamatan Burneh Bangkalan Kembali Zona Merah Covid-19, Tatap Muka Sekolah di Zona Orange Dicabut

Kembalinya Kecamatan Burneh sebagai zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19 menjadi atensi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Pipin Tri Anjani
unsplash/Viktor Forgacs
ILUSTRASI - Kecamatan Burneh kembali masuk zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Kembalinya Kecamatan Burneh sebagai zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19 menjadi atensi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo.

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok itu, salah satu faktor Kecamatan Burneh berubah menjadi zona merah Covid-19 karena dua perubahan mendasar.

Pertama, terjadi 13 kasus  penambahan positif terkonfirmasi berdasarkan hasil Swab PCR dalam dua minggu terakhir di Kecamatan Burneh.

"Tujuh kasus positif terkonfirmasi di antaranya bertambah dalam waktu satu minggu," ungkap Yoyok kepada Surya (grup TribunJatim.com), Jumat (11/12/2020) petang.

Bahkan yang lebih menyakitkan, lanjutnya, dalam satu minggu terakhir terjadi dua kematian positif Covid-19 di Burneh.

Baca juga: Baru Menjabat 3 Bulan, Kasi Pidsus Kejari Mojokerto Meninggal Suspect Covid-19 Komorbid Asma

Baca juga: Bupati Lumajang Thoriqul Haq Positif Covid-19, 15 Orang Kontak Erat Ditracing

"Itulah kenapa Kecamatan Burneh kembali menjadi zona merah Covid-19 dalam peta sebaran," jelasnya.

Dalam tiga hari terakhir terhitung 9-11 Desember 2020, tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sejumlah 28 orang. 

Total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan hingga Jumat (11/12/2020) telah menyentuh angka 769 orang.

Kecamatan Kota menjadi 'penyumbang' terbanyak dengan jumlah 258 kasus positif terkonfirmasi dan 32 suspek. 

Di urutan kedua, Kecamatan Kamal dengan jumlah 112 kasus positif terkonfirmasi dan 15 suspek.

Kedua kecamatan tersebut saat ini masih berstatus Zona Orange Covid-19, bersama 8 kecamatan lainnya.

Hal itu dikarenakan,  peningkatan kasus positif  terkonfirmasi di Kota dan Kamal tidak sesignifikan di  Kecamatan Burneh.

Burneh berada di urutan ketiga  dengan 98 kasus positif terkonfirmasi dan 10 suspek.

"Sebenarnya kita tahu, kalau masyarakat kita disiplin terhadap protokol sangat-sangat rendah," tegas Yoyok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved