Breaking News:

Pilkada Gresik

Sirekap Lemot, KPU Gresik Didesak Tetap Lanjutkan Perhitungan Manual Rekapitulasi Pemungutan Suara

Meski aplikasi Sirekap lemot, KPU Gresik didesak tetap melanjutkan perhitungan manual rekapitulasi hasil pemungutan suara.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Rapat pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat kecamatan di Pilkada Gresik 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dua lembaga pemantau pemilu independen Pilkada Gresik 2020, yakni Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan Forum Silaturrahim Santri (Forsis) bersepakat mendesak agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik tetap melanjutkan rekapitulasi hasil pemungutan suara di seluruh kecamatan.

Desakan dua lembaga pemantau pemilu independen tersebut seiring dengan mandeknya proses rekapitulasi hasil pemungutan suara di seluruh kecamatan saat ini lantaran input data di aplikasi Sirekap KPU melambat akibat gangguan jaringan.

Ketua KIPP Gresik, Bahtiar Rifa'e mengatakan, pihaknya mendesak agar KPU tetap melanjutkan proses rekapitulasi hasil pemungutan suara secara manual meski input Sirekap KPU melambat.

"Seharusnya perhitungan suara tetap dilanjutkan meski input data Sirekap melambat, kalau alasan KPU tidak memiliki payung hukum, ya segera buat, PKPU yang baru atau setidaknya surat edaran yang bisa memayungi, agar proses ini tidak terhenti. jangan sampai ini menjadi polemik baru, aplikasi Sirekap KPU menghentikan proses perhitungan pemungutan suara, kan pedomannya C KWK bukan aplikasi, yang kemudian bisa direkap di format excel misalnya," kata Bahtiar Rifa'e, Jumat (11/12/2020).

Bahtiar Rifa'e menjelaskan, data C KWK dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se-Kabupaten Gresik sudah ada.

Baca juga: Rumah di Gresik Terbakar Hebat Akibat Tabung Gas Elpiji yang Hendak Dipasang Meledak

Baca juga: Gara-gara Sirekap KPU Eror, Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan di Gresik Ditunda

Untuk itu, tidak logis jika proses perhitungan suara mandek hanya karena aplikasi Sirekap.

"Data C KWK dari seluruh TPS kan lengkap, masak hanya karena aplikasi proses perhitungan mandek," imbuhnya.

Senada, Ketua Forsis Gresik, Ahmad Shodiq menuturkan, jika memang input data aplikasi Sirekap lamban, KPU sebaiknya tetap melanjutkan proses perhitungan secara manual.

"Jangan sampai ada kegaduhan di bawah hanya karena aplikasi Sirekap, lalu proses perhitungan manual dihentikan, padahal mestinya Sirekap bisa selesai pada sore hari setelah proses pemungutan suara di 9 Desember kemarin, untuk itu kami mendesak agar KPU tetap melanjutkan perhitungan suara," tegasnya.

Baca juga: KM Mitra Jaya VIII Karam di Perairan Bawean Gresik, 3 ABK Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat

Baca juga: Mabuk, Dua Pria di Gresik Melukai Remaja 16 Tahun dengan Pisau Dapur, Sakit Hati Jadi Alasan

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik terkait hal ini telah melayangkan surat saran perbaikan ke KPU Kabupaten Gresik.

Surat dengan nomor 282/K.JI-06/PM.0502/XII/2020 itu berisi tentang saran agar rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan tetap dilaksanakan secara manual dengan menggunakan Formulir model D hasil kecamatan-KWK sebagaimana ketentuan angka 3 SE KPU RI Nomor: 1170/PP.09.1-SD/07/KPU/XII/2020 tanggal 7 Desember 2020.

Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi menyarankan agar rekap manual tetap berjalan.

"Kalau Sirekap memang hari ini gak normal, lebih baik dihentikan saja daripada bikin gaduh suasana, KPU harusnya memahami situasi ini, kita sarankan pakai rekap yang model manual saja, Sirekap hanya alat bantu, bukan yang utama," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Paslon Saling Klaim Menang, KIPP Gresik Desak KPU Percepat Input Hasil Perolehan Suara di Sirekap

Baca juga: Awalnya Diduga Hendak Mencuri, Pria Sidoarjo Malah Lakukan Hal Tak Senonoh di Jalan, Videonya Viral

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved