Breaking News:

Antre Bantuan, Ratusan Korban PHK Berjubel di Bank Delta Arta Sidoarjo

Ratusan warga berkerumun di sekitaran Bank Delta Arta di Jalan A Yani Sidoarjo, Senin (14/12/2020).

M Taufik/Surya
Ratusan ibu-ibu korban PHK saat mengantre bantuan di Bank Delta Arta Sidoarjo 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Ratusan warga berkerumun di sekitaran Bank Delta Arta di Jalan A Yani Sidoarjo, Senin (14/12/2020).

Mereka adalah para korban PHK yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah yang disalurkan lewat bank milik Pemkab Sidoarjo tersebut.

Mayoritas yang antre itu adalah ibu-ibu. Mereka kebanyakan merupakan pegawai di perusahaan sepatu yang ada di Sidoarjo, yang dirumahkan atau di PHK sejak beberapa waktu lalu.

“Pas tengah-tengah pandemi, kami dirumahkan. Sebelum lebaran lalu sudah tidak kerja,” kata Laila, seorang ibu di sela mengentre kepada TribunJatim.com.

Karena banyaknya antrean itu, jalanan di sekitar pun macet. Ratusan warga itu harus memarkir kendaraannya di pinggir-pinggir jalan karena halaman dan area parkir bank digunakan untuk pelayanan pengambilan bantuan.

Sampai ada tenda dipasang di halaman bank. Kemudian ratusan kursi juga disiapkan untuk warga yang mengambil bantuan. Namun karena kursi-kursi itu tidak cukup, tak sedikit ibu-ibu harus antre sambil berdiri.

Baca juga: Denny Darko Sebut Akan Ada Pengakuan dari Gisel Soal Video Syur, Dipaksa Polisi? Dalam Waktu Dekat

Baca juga: Remaja SMP Terseret Banjir di Gresik Ditemukan Tewas di Kedungrukem

Baca juga: Banjir Rendam 50 Rumah Warga dan Sawah Seluas 2 Hektar di Kecamatan Sambit Ponorogo

Sebagian pengantar juga tampak duduk-duduk dan berdiri di seputaran bank. Di trotoar pinggir jalan, dan sebagainya.

Tak pelak, antrean ini pun mendapat perhatian petugas kepolisian. Beberapa personil datang ketika ratusan warga sedang mengantre. Para petugas kepolisian itu kemudian mengatur dan menjaga antrean.

“Jangan terlalu dekat. Ayo jaga jarak,” ujar petugas kepolisian di lokasi antrean kepada TribunJatim.com.

Di area parkir bank, terlihat sejumlah meja berjejer. Ada sejumlah petugas bank melayani pengambilan bantuan. Bergiliran. Ada meja pendataan, kemudian ada juga layanan khusus penyerahan bantuan itu.

Setelah melalui pendataan dan verifikasi data, ibu-ibu itu kemudian diarahkan ke bagian penyerahan bantuan.

“Rp 600.000 ya ibu. Ini uangnya,” kata petugas bagian penyerahan bantuan sambil menyerahkan enam lembar uang pecahan Rp 100.000 kepada ibu-ibu yang bergantian mengantre di sana.

Beberapa pihak meyayangkan kondisi itu. Harusnya, penyerahan bantuan bisa dibuat skenario yang lebih bagus agar tidak menimbulkan kerumunan. Bahkan, ibu-ibu yang mengantre juga mengaku khawatir dengan adanya antrean ini, tapi mereka memilih nekat saja, demi mendapat bantuan sebesar Rp 600.000 dari pemerintah.(ufi/Tribunjatim.com)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved