Breaking News:

Gelar Sosialisasi Bisnis Kopi, Tim Dosen UMM Dorong Mitra Bertahan di Tengah Pandemi

Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang lakukan sosialisasi pengelolaan bisnis kopi. Bantu mitra usaha bertahan di tengah pandemi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/HUMAS UMM
Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Rahadi, Novin Farid Setyo Wibowo, dan Eka Kadharpa melakukan sosialisasi pengelolaan bisnis kopi. Ini dilakukan melalui program dikti tentang Produk Teknologi Diseminasikan ke Masyarakat (PTDM).  

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Rahadi, Novin Farid Setyo Wibowo, dan Eka Kadharpa melakukan sosialisasi pengelolaan bisnis kopi.

Ini dilakukan melalui program dikti tentang Produk Teknologi Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM).

Sosialisasi dilakukan pada para petani, narapidana, dan siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan pertama pada November lalu dan dilanjutkan pada 26 Desember 2020.

Baca juga: Pasutri di Pacitan Tewas Telanjang dalam Kamar Mandi, Diduga Keracunan Gas dari Water Heater

Baca juga: 34 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur Raih Predikat Peduli HAM

Fokus kegiatan ini pada pengembangan produksi kopi, mulai dari cara menghasilkan biji kopi berkualitas, pengolahan biji kopi, hingga proses penjualan melalui digital marketing. Hal ini untuk memperluas kesempatan usaha di tengah pandemi.

Adapun kegiatan ini diadakan dalam dua tahap. "Kami ingin memberikan mamfaat lebih luas dengan melakukan sosialisasi," jelas Rahadi, ketua tim.

Maka dari itu, lanjutnya, digandenglah Pandu, pemilik kedai kopi Loss dan kedai kopi Jagongan Jail sebagai mitra.

Pandu adalah sebagai sipir di Lapas Lowokwaru. Ia juga memiliki kelompok petani kopi binaan di Karangploso.

Baca juga: Waspada! Sepanjang Jalan Nasional Lamongan-Babat Banyak Jebakan, Ancam Pengguna Jalan

Baca juga: Wujudkan Pelayanan Berbasis TIK, Pemkab Nganjuk Dorong Implementasi Desa Digital

"Dengan jaringan yang dimiliki oleh Pandu, maka kegiatannya bisa menjangkau berbagai kalangan," ujar Rahadi.

Ia menuturkan, tim dosen juga memberikan bantuan mesin roasting kopi pada mitranya. Diharapkan, mesin ini dapat menambah kapasitas produksi serta menghemat waktu pengelolahan biji kopi. 

“Kami ingin agar para peserta juga bisa langsung belajar teknis dari materi yang sudah disampaikan. Sehingga tidak hanya mendengarkan tapi juga bisa memegang langsung alatnya,” paparnya.

Timnya berharap kegiatan ini bisa memberikan wawasan baru kepada mereka yang membutuhkan. Di samping itu juga bisa memberikan keterampilan khususnya dalam dunia kopi. 

"Kami ingin ilmu yang didapat bisa membantu mitra untuk bertahan di industri kopi, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Peserta juga diminta untuk menularkan lagi ilmu yang didapat ke konsumen yang tertarik di dunia kopi," tandasnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati

Editor: Heftys Suud

 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved