PSBL Unitomo Surabaya Hibahkan Alat Panen Air Hujan ke Desa Padusan Pacet Mojokerto

Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya memberikan sebuah unit Instalasi Pan[removed]en Air Hujan ke De

Penulis: Zainal Arif | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Iryani Muarifah, Kepala Desa Padusan menerima penjelasan dari (kanan) Hendro Wardhono, Ketua PSBL tentang kadar PH air hujan yang dipegang Yuriema Eva Natalie Sinaga, mahasiswa Fikom Peserta KKN, Minggu (13/12/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya memberikan sebuah unit Instalasi Panen Air Hujan ke Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/12/2020).

Pemberian alat dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bencana semester gasal tahun akademik 2020/2021.

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kepala Desa Padusan, Iryani Muarifah mengungkapkan kehadiran KKN Tematik Bencana di desanya telah memberikan manfaat luar biasa.

"Kami sangat berterima kasih, adanya KKN dari Unitomo ini membuat warga kami yang sebelumnya tidak memerdulikan air hujan, kini kami jadi tau bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Baca juga: Remaja SMP Terseret Banjir di Gresik Ditemukan Tewas di Kedungrukem

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Murah Harga di Bawah Rp 100 Juta, Pilihan Akhir Tahun, Xenia hingga Kijang Innova

Baca juga: Korban PHK Pandemi Covid-19 yang Bangkit Bikin Usaha Handicraft

Ditemui di sela kegiatan penutupan KKN, Fadjar Kurnia Hartati, Ketua LPPM mengatakan KKN Tematik Bencana yang sudah berlangsung sejak 20 November lalu ini memberikan kemanfaatan bersama untuk lembaga dan masyarakat setempat.

"Ini berkat sinergi antara LPPM, PSBL, BPBD, dan Perangkat Kecamatan serta Desa Padusan dalam melaksanakan program-program yang telah disusun oleh tim dan peserta KKN," ujar Doktor Bidang Ketahanan Pangan ini kepada TribunJatim.com.

Fadjar menambahkan, meski telah dilaksanakan penutupan secara seremonial, mahasiswa peserta KKN hingga hari ini tetap melaksanakan kegiatan evaluasi atas program kerja yang telah dilakukan.

"Jadi praktis mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN Tematik Bencana ini selama satu bulan penuh, mulai dari persiapan pemetaan persoalan, penyusunan dan implementasi program, hingga evaluasi," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Hendro Wardhono, Ketua PSBL mengatakan program kerja yang diterapkan untuk masyarakat Desa Padusan sangat tepat guna.

"Menjadikan masyarakat tangguh bencana hingga menggeliatkan sosio ekonomi desa wisata merupakan program yang langsung bisa diraskan masyarakat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Pelatihan Indonesia Tangguh (Pusppita).

"Terlebih kita juga memberikan edukasi tentang memanfaatkan air hujan menggunakan alat panen air hujan, yang kita tau saat ini sedang musim penghujan," tutupnya. (zia/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved