Breaking News:

Karantina Pertanian Surabaya Gagalkan Penyelundupan 259 Burung Tanpa Dokumen

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya berhasil menggagalkan pemasukan ratusan burung ilegal ke Surabaya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim.com/Fikri Firmansyah
Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi saat konferensi pers "Penggagalan Pemasukan 227 Ekor Burung Tanpa Dokumen Asal Balikpapan - Kaltim", Selasa (15/12/20) di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk kesekian kalinya Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya berhasil menggagalkan pemasukan ratusan burung ilegal ke Surabaya.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

"Yang terbaru, 259 ekor burung asal Balikpapan di bulan Desember ini sukses kami gagalkan," ujar Musyaffak kepada awak media saat hadir diacara presscon penggagalan pemasukan 227 ekor Burung tanpa dokumen asal Balikpapan - Kaltim, Selasa (15/12/20) di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya.

Musyaffak menjelaskan, ratusan burung tersebut menumpang KM. Dharma Rucitra VII yang bertolak dari Balikpapan menuju Surabaya pada 9 Desember 2020.

"Jadi, penggagalan bermula atas informasi dari bagian pengawasan dan penindakan tentang dugaan pemasukan burung tanpa dokumen yang diangkut dengan kapal KM Dharma Rucitra VII," kata dia kepada TribunJatim.com.

Dari informasi tersebut, lanjut Musyaffak, pejabat/petugas Karantina Pertanian Surabaya di Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Perak langsung menindaklanjuti dengan memperketat pengawasan dan berhasil menemukan kendaraan yang mencurigakan dan setelah diikuti sampai gerbang tol Tanjung Perak ternyata benar bahwa terdapat salah satu truk mengangkut ratusan burung yang akan dipindahkan ke mobil pribadi.

Baca juga: PILU Melati Tertipu Pacarnya, Ngakunya Bujang Ternyata Beristri, Rela Ditiduri karena Janji Dinikahi

Baca juga: Rahasia Sukses Demokrat Raih 12 Kemenangan di Pilkada se-Jatim: Kerja Tim Luar Biasa

Baca juga: VIRAL Video Hewan Purba Triceratops Diturunkan dari Truk di Mojosemi, Begini Fakta di Baliknya

Mengetahui hal itu, masih kata Musyaffak, kemudian mobil tersebut langsung diarahkan ke kantor karantina Wilker Tanjung Perak dan ketika dibuka ternyata ditemukan juga burung-burung dari truk lain yang dikemas dalam 14 box bekas minuman kemasan dan 3 box keranjang buah. 

"Adapun jumlah total burung-burung tanpa dokumen yang berhasil diamankan adalah 259 burung yang terdiri dari Cucak Hijau 209 ekor dan Murai Batu 50 ekor. Namun 26 ekor diantaranya telah mati, sehingga  tersisa 233 ekor burung," terangnya kepada TribunJatim.com.

Sementara untuk modus yang digunakan, kata Musyaffak, dengan mengemas ratusan burung tersebut ke dalam kotak bekas minuman kemasan dan dalam keranjang buah. Kemudian dititipkan dalam truk, dan dipindahkan ke mobil pribadi yang menjemput setelah truk kluar dari pelabuhan.

“Pemasukan burung-burung tersebut telah melanggar Pasal 88 dalam UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang menyebutkan tentang persyaratan karantina antar area. Jika melanggar, maka bisa dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 2 Miliar, “ imbuh Musyaffak Fauzi.

Musyaffak Fauzi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menaati peraturan perkarantinaan dan melaporkan ke karantina setempat bila melalulintaskan komoditas hewan dan tumbuhan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi kekayaan hayati Indonesia khususnya keragaman satwa.

“Pengurusan karantina itu mudah, tinggal datang saja ke counter pelayanan karantina bahkan pernohonannya bisa diajukan secara online,” pungkas Musyaffak.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved