DPRD Batu Sarankan Pemkot Batu Program Vaksinasi Gratis

DPRD Batu menyarankan agar Pemerintah Kota Batu bisa memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat.

Penulis: Benni Indo | Editor: Pipin Tri Anjani
Shutterstock
ILUSTRASI - DPRD Batu menyarankan agar Pemerintah Kota Batu bisa memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batu menyarankan agar Pemerintah Kota Batu bisa memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat.

Wakil Ketua l DPRD Kota Batu, Nurrochman mengatakan jika pihaknya akan mengusulkan vaksinasi gratis saat pembahasan hasil evaluasi gubernur atas APBD 2021 mendatang.

Nurrochman mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dengar, harga vaksin bisa mencapai Rp 200 ribu. Jika mengacu dari angka tersebut, setidaknya perlu anggaran sebanyak Rp 50 miliar agar vaksinasi gratis kepada warga Kota Batu terwujud.

"Jika dikalkulasikan dengan 250 ribu penduduk Kota Batu, setidaknya Pemkot Batu harus menyediakan Rp 50 miliar untuk vaksinasi gratis,” katanya, Selasa (15/12/2020).

Kebijakan Pemerintah Pusat untuk memberikan vaksin Covid-19 melalui dua skema, yakni gratis dan berbayar. Skema tersebut menimbulkan kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan desakan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 bagi seluruh warga Indonesia muncul.

Baca juga: Peduli Covid-19, PT KAI Daop 8 Surabaya Sumbang Bantuan untuk Ponpes Ngalah

Baca juga: TRAGEDI Pekerja Tewas Tertarik Gergaji Rajam, Berawal dari Baju Nyangkut, Kondisi Korban Mengenaskan

Sedangkan di satu sisi lain, vaksinasi Covid-19 dinilai sebagai langkah paling konkret untuk memastikan pandemi Covid-19 di Tanah Air bisa segera rampung.

Selain itu situasi pandemi seperti saat ini merupakan situasi darurat. Pemerintah seharusnya mampu menyediakan vaksin gratis sebagai salah satu wujud perlindungan kepada warga.

Senada dengan Nurrochman, Wakil DPRD 2 Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan jika vaksinasi gratis perlu direalisasikan oleh Pemkot Batu. Ia berpendapat, dana Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) bisa digunakan sebagai sumber dana.

“Karena selama ini memang DBHCT Kota Batu selalu menjadi SILPA karena penggunaan juklak dan juknis yang ribet. Oleh sebab itu bisa digunakan untuk vaksinasi gratis. Selain bisa meringankan beban masyarakat,” paparnya.

Dengan menggunakan DBHCT, Heli beranggapan bisa bisa mengurangi nilai potensi SILPA yang terjadi setiap tahunnya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan, Pemkot Batu belum mengambil keputusan terhadap kebijakan vaksinasi. Saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat. Punjul menegaskan bahwa Pemkot Batu tetap mengutamakan kesehatan masyarakat.

"Vaksinasi tahap pertama akan digratiskan. Hal ini dikarenakan pemkot telah memiliki anggaran untuk vaksinasi tersebut. Tahap pertama prioritasnya ke Nakes, TNI, Polri, dan pelayan masyarakat. Untuk selanjutnya menunggu arahan pusat,” pungkasnya.

Saat ini Pemkot Batu tengah menunggu petunjuk pusat terkait vaksinasi. Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan menganggarkan Rp 2.9 M untuk program vaksinasi yang rencananya dilaksanakan pada Maret 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Batu, drg Kartika Trisulandari menjelaskan, anggaran tersebut bukan untuk membeli vaksin, namun untuk fasilitas pelengkap vaksinasi.

"Anggaran Covid-19 untuk 2021 sebanyak Rp 2.9 untuk  dipakai seperti alat pelindung medis, pengelolaan limbah medis," ujar Kartika.

Dinas Kesehatan Kota Batu merencanakan vaksinasi Covid-19 di Kota Batu pada Maret 2021. Pemkot Batu menargetkan 80 persen penduduk yang usianya 15 sampai 59 tahun mendapatkan vaksin. satu orang akan menerima dua kali suntik vaksin. Ada interval rentang waktu 14 hari setelah penyuntikan pertama ke penyuntikan kedua. (SURYA/Benni Indo)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved