Breaking News:

Penanganan Covid

Kota Malang Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Ibadah Natal 2020 Diimbau Dilakukan Secara Online

Hindari sebaran Covid-19. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata imbau ibadah Natal 2020 dilakukan secara virtual.

TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menghindari penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) di Kota Malang, kegiatan ibadah Natal 2020 diimbau dilakukan secara virtual atau online.

Hal itu juga sebagai langkah penerapan protokol kesehatan, mengingat wilayah Kota Malang kembali masuk menjadi zona merah Covid 19 .

"Tadi telah kami sampaikan, bahwa ibadah natal pada tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Kami mengimbau untuk melaksanakan ibadah secara virtual di kediaman masing masing," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada TribunJatim.com usai melakukan Rapat Koordinasi Eksternal Kesiapan Ops Lilin Semeru 2020 Pengamanan Natal 2020 Dan Tahun Baru 2021 di Aula Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Aktivitas Asisten Pelatih Arema FC Selama Masa Penundaan Kompetisi: Kumpul Keluarga Hingga Latih SSB

Baca juga: RS Lapangan Kota Malang Telah Diresmikan Gubernur Khofifah, Sudah Ada 25 Pasien yang Inden

Namun karena memang ada (beberapa gereja) yang tetap ingin melaksanakan ibadah seperti biasa, maka pihaknya meminta agar ada pembatasan jumlah jemaat yang mengikuti ibadah.

"Kami imbau kepada pengurus gereja untuk membatasi jumlah jemaat yang mengikuti ibadah. Kami minta kalau bisa jumlah jemaat tidak hanya 50 persen saja, kalau bisa jumlah jemaat diturunkan hingga 30 persen dari loading faktor gereja. Selain itu kami juga minta agar menerapkan protokol kesehatan secara betul," jelasnya.

Senada dengan Kapolresta Malang Kota, Wali Kota Malang Sutiaji juga meminta agar gereja membatasi jumlah jemaat saat pelaksanaan misa.

Baca juga: Wali Kota Kediri Ingatkan 111 CPNS, Tugasnya Untuk Melayani Masyarakat Kota Kediri

Baca juga: RS Lapangan Kota Malang Telah Diresmikan Gubernur Khofifah, Sudah Ada 25 Pasien yang Inden

"Misalnya, misa dijadwalkan sehari tiga kali. Bisa digelar 10 atau sampai 11 kali," terangnya.

Sutiaji juga menambahkan keputusan tersebut sangatlah penting, setelah melihat sebaran virus Covid 19 di Kota Malang. Apalagi Kota Malang kembali masuk menjadi zona merah Covid 19.

"Ini sangat penting, karena kita semua sedang prihatin dengan kondisi sekarang," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Heftys Suud

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved