Breaking News:

Makin Meningkat, Fintech Bantu Masyarakat yang Kesulitan Akses Perbankan

Pertumbuhan financial technology atau fintech makin meningkat sejak lima hingga tujuh tahun lalu.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Forum Webinar bertajuk Landscape Fintech Indonesia yang digelar Bantusaku beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertumbuhan Financial Technology atau Fintech makin meningkat sejak lima hingga tujuh tahun lalu.

Hal itu dikatakan oleh Johnny Yu selaku Chief Operating Officer PT Smartec Teknologi Indonesia dalam Webinar bertajuk Landscape Fintech Indonesia beberapa waktu lalu. Menurutnya, fintech lebih mudah dikases daripada layanan perbankan di bank.

"40 persen masyarakat yang mengalami kesulitan di bank akan lari pada teknologi bisnis, termasuk fintech," ujar Johnny.

Johnny menambahkan, saat ini beberapa fintech golongan Peer to Peer Lending termasuk cukup mudah diakses karena hanya membutuhkan verifikasi KTP untuk mengubungkan peminjam dengan lender.

Hal serupa juga disampaikan oleh Manager Membership AFPI Abimanyu Eko Dovento, yang menjadi pembicara pula dalam Webinar bertajuk Landscape Fintech Indonesa.

Baca juga: Diduga Sembunyikan Pasien Covid-19, Satgas Covid Tulungagung Layangkan Somasi ke Bank BUMN

Baca juga: Indomaret di Magetan Dibobol Maling, Alarm Toko Bunyi, Pelaku Hanya Sempat Bawa Beberapa Slop Rokok

Berdasar data yang ditampilkan Abimanyu, per Oktober 2020, total lender di Indonesia telah mencapai 700 ribu dan penerima pinjaman sebanyak 38 juta, dengan jumlah transaksi sekira 200 juta.

"Sementara itu, jumlah fintech di Indonesia saat ini telah ada 153 perusahaan yang terbagi dalam 36 berizin dan 117 masih terdaftar," terang Abimanyu.

Meski dianggap banyak membantu, namun masih ada beberapa masyarakat yang kadang terjebak oleh keberadaan fintech. Terutama perusahaan yang tidak jelas dan berizin. Salah satunya yakni, pelaku UMKM.

Memang, di masa pandemi seperti saat ini pelaku UMKM baru bermunculan dan membutuhkan modal untuk menjalankan usaha.

"Namun, bagi pelaku UMKM yang tidak teliti dengan persyaratan yang diajukan oleh pinjaman online, banyak merasakan kerugian. Maka, sata selalu ingatkan pada teman-teman untuk lebih teliti dan melakukan pengecekan terlebih dulu sebelum melakukan pinjaman," tutup Siti Retnanik selaku Koordinator UMKM Pahlawan Ekonomi dan Ketua Asosiasi Aspringta Surabaya “Bengkel Kriya Daun”.

Penulis: Akira Tandika

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Akira Tandika
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved