Breaking News:

Tambahan Rp 13 M untuk Pilkades Serentak Sidoarjo Sudah Disetujui

Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Sidoarjo dipastikan tetap terlaksana sebagaimana jadwal, 20 Desember 2020.

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Tambahan Rp 13 M untuk Pilkades Serentak Sidoarjo Sudah Disetujui
istimewa
Ilustrasi pilkades Sidoarjo

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo dipastikan tetap terlaksana sebagaimana jadwal, 20 Desember 2020.

Ini setelah sejumlah persiapan dilakukan, dan anggaran tambahan juga sudah mendapat persetujuan.

Yakni tambahan dana sekira Rp 13 miliar yang diambilkan dari dana BTT (belanja tidak langsung) dalam APBD Sidoarjo tahun 2020.

“Tambahan anggaran sudah beres. Sudah mendapat persetujuan (dari pemerintah pusat),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Fredik Suharto kepada TribunJatim.com, Rabu (16/12/2020).

Setelah mendapat persetujuan dari pusat, alokasi dana itupun siap didistribusikan ke masing-masing desa yang menggelar pilkades serentak. Supaya segera dibelanjakan untuk keperluan pilkades.

Tambahan dana sebesar itu utamanya untuk penambahan TPS (tempat pemungutan suara). Sebagaimana petunjuk Kemendagri, setiap TPS maksimal untuk 500 orang pemilih. Tidak bisa satu desa satu TPS seperti sebelumnya.

Baca juga: Chat WA Terakhir Rohimah ke Kiwil, Anak Tak Ada yang Tahu Keputusan Sang Ibu, Dengan Bismillah

Baca juga: Akhirnya Rizki DA Bongkar Masalah Rumah Tangganya, Meledak Terpancing Hujatan: Tak Akan Lari

Baca juga: Aksi Jambret di Surabaya Terekam CCTV, Korban Sempat Baku Hantam Sebelum Kalah Lawan Pelaku

Sehingga dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Sidoarjo butuh sekira 1.384 TPS, karena pilkades setentak kali ini bakal digelar di 175 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Dana pilkades yang awalnya hanya sekira Rp 27 miliar, membengkak jadi sekira Rp 40 miliar.

“Anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk keperluan penambahan TPS dan kebutuhan terkait protokol kesehatan di masing-masing TPS. Anggaran tersebut diwajibkan mengcover seluruh kebutuhan itu,” tandas Fredik kepada TribunJatim.com.

Dari angka sekira Rp 13 miliar itu, masing-masing TPS akan mendapatkan tambahan sekitar Rp 10,3 juta untuk kebutuhan semua protokol kesehatan dan pembangunan TPS.(ufi/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved