Breaking News:

Pilkada Serentak

Pleno KPU, Ipuk-Sugirah Menang di Pilkada Banyuwangi

Pasangan calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah, dinyatakan menjadi pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Penulis: Haorrahman | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Haorrahman
Pengumuman hasil rekapitulasi Pilkada Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI-Pasangan calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah, dinyatakan menjadi pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2020. 

Ini setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten dalam Pilkada Banyuwangi 2020, di Ballroom Hotel Aston Banyuwangi, Rabu (16/12).

Rapat pleno yang diikuti oleh seluruh PPK yang juga disaksikan Bawaslu maupun saksi dari masing-masing paslon berlangsung sejak pukul 10.00 hingga Kamis (17/12) dini hari. 

Rapat pleno tersebut dijaga ketat oleh aparat gabungan kepolisian dan TNI. 

Baca juga: KPU Sebut Tingkat Partisipasi di Pilkada Gresik Lebih Tinggi Dibanding Pemilu Korea Selatan

Berdasarkan hasil rekapitulasi rapat pleno terbuka KPU tersebut, paslon nomor urut 01, Yusuf Widyatmoko – Riza Aziziy memperoleh 398.113 suara atau 47,56 persen dari jumlah pemilih. Sementara paslon nomor urut 02, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – Sugirah unggul dengan perolehan 438.847 suara atau 52,44 persen dari jumlah pemilih. Dengan demikian Ipuk-Sugirah dinyatakan menang dalam Pilkada Banyuwangi 2020. 

"Tepat pukul 00.05 Kamis tanggal 17 Desember 2020, telah kita finalisasi hasil rekapitulasi. Paslon 01 mendapatkan suara sebesar 398.113 yaitu sebesar 47,56 persen. Untuk paslon 02 mendapat suara sebanyak 438.847 atau sebanyak 52,44 persen,” ujar Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraini Rahma, usai proses rekapitulasi suara usai dilakukan.

Dari 1.304.909 daftar pemilih tetap (DPT) di Banyuwangi, dalam Pilkada kali ini tercatat jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya mencapai 852.202 pemilih. Dengan rincian 836.960 suara sah dan 15.242 suara tidak sah.

Menurut Dwi, dibandingkan Pilkada-Pilkada sebelumnya jumlah pemilih atau partisipasi masyarakat yang telah menyalurkan hak pilihnya mengalami peningkatan, walaupun tidak memenuhi target yang ditetapkan KPU RI, yaitu sebesar 77,5 persen.

“Pilbup 2005 sekitar 60 persen, Pilbup 2010 sekitar 61 persen, Pilbup 2015 hanya 59 persen, di 2020 sekitar 63-65 persen. Itu artinya, tingkat partisipasi pemilih mengalami peningkatan,” jelasnya.

Dwi mengatakan, setelah proses rekapitulasi suara ini usai dilakukan, KPU tinggal mempunyai satu tahapan lagi yang harus diselesaikan yaitu penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih.

Tahapan itu dilakukan setelah dipastikan tidak ada potensi atau tidak ada permohonan perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Nanti akan diumumkan setelah menunggu hasil dari terbitnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK). Jadi ada buku register perkara konstitusi itu, lima hari kemudian paling lambat baru diadakan penetapan. Jika nanti ketika BRPK keluar terus di Banyuwangi tidak ada gugatan maka bisa ditetapkan," tambahnya.(haorrahman)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved