Breaking News:

Muslim Malang Bersatu Minta Rizieq Shihab Dibebaskan dan Usut Tuntas Tewasnya 6 Anggota Laskar FPI

Muslim Malang Bersatu meminta Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat dan usut tuntas tewasnya 6 anggota laskar FPI.

TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Sekelompok massa yang mengatasnamakan Muslim Malang Bersatu menggelar aksi di Jalan Kahuripan dan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang, Jumat (18/12/2020). Mereka meminta membebaskan Rizieq Shihab tanpa syarat, dan mendesak Presiden RI untuk membentuk tim pencari fakta independen terkait tewasnya enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sekelompok massa yang mengatasnamakan Muslim Malang Bersatu menggelar aksi di Jalan Kahuripan dan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang, Jumat (18/12/2020).

Dalam aksinya, massa yang mengenakan baju serba putih tersebut terlihat berkerumun di Jalan Kahuripan dan sebagain perwakilan mendatangi Polresta Malang Kota.

Sejumlah perwakilan tersebut sempat melakukan diskusi dengan Kapolresta Malang Kota dengan penjagaan penuh petugas kepolisian.

Seusai melakukan diskusi, perwakilan massa kemudian keluar dari Polresta Malang Kota dengan tertib.

Suasana tampak kondusif dengan petugas kepolisian yang berjaga-jaga di luar Polresta Malang Kota.

Baca juga: Pria di Malang Kaget Sekaligus Tertawa Dengar Kabar Anaknya Arungi Lautan Pakai Galon

Baca juga: Malang Zona Merah Covid-19, Wali Kota Sutiaji: Kemacetan Bisa Picu Penyebaran Virus Corona

Koordinator Muslim Malang Bersatu, Andri Kurniawan mengatakan, kedatangannya ke Polresta ialah ingin menyampaikan beberapa sikap terkait dengan Rizieq Shihab.

Satu di antaranya ialah meminta membebaskan Rizieq Shihab tanpa syarat, dan mendesak Presiden RI untuk membentuk tim pencari fakta independen terkait tewasnya enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50.

"Jadi kedatangan kami hanya ingin menyampaikan sikap saja agar kasus kematian enam anggota FPI di KM 50 segera diusut tuntas," ucapnya.

Baca juga: Polresta Malang Kota Akan Turunkan Tim Gabungan, Lakukan Pengecekan Kotak Amal di Berbagai Wilayah

Baca juga: Tinjau Pembangunan Kayutangan Heritage, Wali Kota Malang Pastikan Jalan Segera Dibuka untuk Umum

Tuntutan mereka selanjutnya ialah meminta agar menyetop kriminalisasi terhadap ulama dan diskriminasi hukum.

Serta meminta mengehentikan politik pecah belah dan kegaduhan politik untuk menyelematkan Indonesia.

"Misalkan habib kami tidak dibebaskan, di pusat akan kami lakukan langkah hukum, baik di Komnas HAM nasional dan sampai internasional," ujarnya.

"Karena konstitusi negara kita ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yanng adil dan berhadap," tandasnya.

Baca juga: Perayaan Malam Tahun Baru 2021 yang Mendatangkan Massa Bakal Dilarang di Kota Malang

Baca juga: Kota Malang Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Ibadah Natal 2020 Diimbau Dilakukan Secara Online

Seusai menyampaikan aksi, perwakilan tersebut kemudian berjalan keluar meninggalkan Polresta Malang Kota.

Suasana berlangsung aman dan kondusif dengan penjagaan ketat dari petugas kepolisian.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved