Breaking News:

Perda Pesantren Kota Batu Dijadwalkan Rampung Pekan Depan

DPRD Batu terus mendorong Raperda ini menjadi Perda sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batu, khususnya kawasan pesantren.

SURYA/BENNI INDO
Banyak kursi tamu undangan dari OPD yang kosong saat rapat paripurna pandangan umum fraks-fraksi terhadap penyampaian Raperda APBD Kota Batu di Gedung DPRD Batu, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren telah masuk pada tahap penyelarasan. Sebelumnya, Raperda Pesantren melewati tahapan uji publik. DPRD Batu terus mendorong Raperda ini menjadi Perda sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batu, khususnya kawasan pesantren.

Ketua Pansus Raperda Pesantren, Nurochman menyampaikan, Raperda ditargetkan rampung pekan depan. Dari hasil uji publik, panitia khusus (Pansus) mendapat banyak masukan dan kritikan. Diantaranya adalah pentingnya Ponpes berazazkan Pancasila dan juga permintaan agar Ponpes mendapat fasilitas pelatihan entrepreneur atau wirausahawan.

"Ada masukan agar Ponpes mendapat fasilitas pelatihan entrepreneur atau wirausahawan dari Pemkot Batu," ujar Nurochman kepada TribunJatim.com, Jumat (18/12/2020).

Wakil Ketua I DPRD Kota Batu ini menerangkan pentingnya Ponpes berazazkan Pancasila karena melihat kondisi negara saat ini agar tidak terjadi perpecahan di NKRI. Kemudian untuk fasilitas pelatihan entrepreneur diharap santri tidak hanya ngaji kitab saja, tetapi menjadikan santri sebagai wirausahawan yang sukses dan mandiri secara ekonomi.

Lebih lanjut, politisi PKB ini menerangkan bahwa sesungguhnya Pemkot Batu telah melakukan beberapa kebijakan ke Ponpes dan lembaga pendidikan keagamaan di Kota Batu seperti bantuan pendidikan dan fasilitas lainnya. Namun dengan adanya Perda tersebut diharapnya bantuan atau kebijakan yang diberikan oleh Pemda memiliki payung hukum dan lebih maksimal dari sebelumnya.

Baca juga: VIRAL Modus Penipuan Berkedok COD, Korban Dibayar Pakai Segepok Kertas Bergambar Uang Rp 100 Ribu

Baca juga: Jokowi Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Corona, LaNyalla: Teladan yang Baik

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Murah di Bawah Rp 50 Juta, Semua Keluaran Tahun 2000-an, Ada Hyundai Atoz

"Dari Raperda Pesantren yang berisi 12 bab dengan 25 pasal kami targetkan bisa selesai pada tanggal 23 Desember. Kami optimis pada tanggal tersebut bisa segera diselesaikan karena pemangku Ponpes merasa puas dengan draf yang mendekati sempurna," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu Ketua Pokja Ponpes Kota Batu, Gus Imron Fatoni mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya Raperda Pesantren. Karena Perda itu bertujuan untuk mendukung upaya Ponpes membangun masyarakat Kota Batu melalui pendidikan keagamaan dan mendidik santri sebagai pengusaha.

Menurutnya, jika Raperda tentang Ponpes disahkan, maka pendidikan keagamaan akan lebih terjamin. Menurutnya saat ini, Pemkot Batu telah memberikan perhatian seperti insentif untuk guru ngaji.

Selain itu diungkapnya bahwa Ponpes merupakan garda terdepan dunia pendidikan keagamaan. Serta sejarah mencatat bahwa Ponpes merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua, jauh sebelum Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Bagi pengasuh Ponpes, dengan adanya Perda tentang Ponpes, akan ada payung hukum yang jelas. Sehingga kegiatan yang berkaitan dengan pendanaan dari uang rakyat bisa dipertanggungjawabkan.

“Perda Pesantren di Kota Batu jangan sampai ditunda-tunda karena sangat dibutuhkan. Ini sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di lingkup pendidikan pesantren yang memiliki karakter sangat kuat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan bermutu melalui pendidikan pondok pesantren,” katanya. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved