Breaking News:

Dampak Covid-19, Pria di Pasurua ini Banting Setir Olah Limbah Kayu Palet Jadi Kerajinan

Pandemi virus Corona atau Covid-19 bukan menjadi penghalang bagi Muslimin, untuk tetap berkreasi dan berinovasi sekaligus eksis dalam dunia usaha.

(Surya/Galih Lintartika)
TEGAR : Muslimin, salah satu pengusaha properti dan advertising yang harus banting setir mengolah limbah kayu palet menjadi kerajinan di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pandemi virus Corona atau Covid-19 bukan menjadi penghalang bagi Muslimin, untuk tetap berkreasi dan berinovasi sekaligus eksis dalam dunia usaha.

Muslim, sapaan akrabnya, tak patah semangat ketika badai pandemi virus Corona atau Covid-19 menerpa sebagian unit usahanya, di bidang properti dan advertising.

Ia tetap bertahan dan mencoba bisnis lain agar tidak merumahkan karyawannya. Nyatanya, ia berhasil, dan kini bisnis usahanya itu berkembang pesat.

Pria 34 tahun kini sedang menggeluti bisnis pengelolaan limbah kayu palet menjadi perabotan yang memiliki nilai jual tinggi.

Di tangannya, limbah kayu palet menjadi barang berharga. Ada yang menjadi kursi, meja, mini bar, dan lain sebagainya.

"Pandemi Covid-19 bukan menjadi alasan untuk menyerah. Saya harus tetap bertahan, agar karyawan tidak sampai dirumahkan. Ini tanggung jawab moral," kata dia.

Baca juga: VIRAL Wisudawan Gendong Ayahnya ke Lokasi Wisuda, Cita-cita Sejak Lama hingga Jadi Lulusan Terbaik

Baca juga: APES Pria Diputusin Pacar setelah Belikan iPhone 12, Nangis-nangis Minta Uang Balik, Ternyata Nyicil

Baca juga: TERPOPULER BOLA: Pengakuan Anak Angkat Cristiano Ronaldo hingga Rendi Irwan Prank Rekan di Persebaya

Menurut dia, spekulasinya membanting setir ini membuahkan hasil. Perlahan tapi pasti, ia mulai banjir pesanan. Ia pun tak menyangka inovasinya banyak disukai orang.

"Saya hanya bersyukur, akhirnya karyawan tetap bisa bekerja karena banyak pesanan. Kesimpulannya, pandemi tidak boleh menyurutkan semangat kita. Hidup harus tetap jalan," jelas dia kepada TribunJatim.com.

Dia mengaku, untuk sementara meninggalkan unit bisnis properti dan advertisingnya sejenak, karena pandemi membuat daya beli masyarakat berkurang.

"Saya akan fokus ini dulu. Allhamdulillah, pesanan sudah banyak datang dari luar kota, seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Probolinggo dan beberapa daerah lainnya," urainya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved