Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19 Jawa Timur Tegaskan Tempat Wisata Tak Boleh Gelar Event di Malam Pergantian Tahun

Satgas Covid-19 Jawa Timur tegaskan tempat wisata tak boleh gelar event di malam pergantian tahun. Bukan berarti tempat wisata dilarang buka.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi, Senin (29/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menegaskan, pemerintah provinsi telah membuat aturan tegas jelang momen hari besar keagaamaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Yaitu setiap pengusaha pariwisata dilarang untuk membuat event apapun yang memancing adanya kerumunan.

Langkah tersebut diambil dengan harapan agar seluruh masyarakat menahan diri tidak melakukan perayaan pergantian tahun demi mencegah penularan Covid-19 (virus Corona).

"Aturannya adalah sudah tegas. Bahwa tidak ada event-event apapun dalam perayaan nataru kali ini. Jadi dilarang mengadakan event. Selama event liburan sebelumnya, kasus selalu naik," ujar Joni Wahyuhadi, Sabtu (19/12/2020).

Joni Wahyuhadi menyebut, kenaikan kasus Covid-19 di Jawa Timur akhir-akhir ini disebabkan masa libur panjang bulan lalu yang membuat terjadinya ribuan orang terpapar dan muncul klaster keluarga dalam jumlah besar.

"Kita berkaca di liburan long weekend kemarin. Ada lonjakan kasus yang signifikan. Dan lonjakan ini, dampaknya seperti membuat apa yang kita sudah kerjakan selama ini sia-sia. Ada event, lalu kendor protokol kesehatannya, naik lagi. Kalau berlibur tolong jangan lupa protokol kesehatannya. Maskernya, jaga jarak," jelasnya.

Baca juga: Jawa Timur Mulai Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19, Segini Jatah Kuota Vaksin dari Kemenkes

Baca juga: Cek Langsung Kondisi Banjir Pamekasan, Gubernur Jatim Khofifah Bagikan Nasi Bungkus pada Warga

Meski pemerintah melarang adanya kegiatan atau event khusus yang digelar di malam pergantian tahun, bukan berarti tempat wisata dilarang buka. Mereka tetap diperbolehkan buka. Namun tidak boleh menggelar event.

Di Jawa Timur juga belum ada aturan ke tempat wisata harus rapid test atau swab antigen.

Imbauan protokol kesehatan terus digaungkan agar seluruh masyarakat mawas diri bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Tidak ada event nataru, bukan berarti tutup. Tapi kita ingatkan protokol harus ketat. Pemerintah tidak melarang liburan," tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bupati Resmi Keluarkan Surat Edaran Penutupan Semua Destinasi Wisata di Tulungagung

Baca juga: Sonokeling Hasil Penebangan di Tulungagung Disimpan di TPK BBPJN, LSM Lingkungan Mempertanyakan

Sebagaimana diketahui, kasus baru Covid-19 di Jawa Timur terus mengalami kenaikan.

Saat ini di Jawa Timur kembali muncul zona merah di enam kabupaten/kota. Padahal sebelumnya Jawa Timur sudah nol zona merah, dan 60 persen sudah zona kuning. Namun setelah long weekend terjadi pertambahan kasus yang signifikan.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved