Breaking News:

DPRD : Kota Batu Perlu Punya Badan Promosi Pariwisata Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batu mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD)

Instagram.com/@brakseng
Wisata Alam Brakseng, tempat wisata baru di Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kota Batu mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang memiliki fungsi menciptakan citra kepariwisataan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Tidak hanya wisatawan lokal, juga termasuk wisatawan mancanegara.

Ketua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desa Wisata, Sujono Djonet mengatakan, meskipun selama ini Kota Batu memiliki citra sebagai kota tujuan wisata, namun perlu melengkapi hal-hal yang dirasa kurang. Di antaranya adalah perlunya ada BPPD yang secara struktur bekerja untuk dukungan industri wisata.

"Fungsi pembentukan BPPD yaitu sebagai mitra pemerintah yang bertugas mempromosikan dan membangun citra wisata yang lebih terstruktur. Makanya saya dorong melalui Raperda desa wisata," jelas Djonet kepada TribunJatim.com, Minggu (20/12/2020).

Nanti badan tersebut bisa mengatur bagaimana mempromosikan wisata yang ada di desa kepada pihak luar. Keinginan DPRD ini juga sudah disampaikan kepada Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, dan mereka sangat setuju.

"Jadi badan tersebut sifatnya kemitraan. Selain perencanaan promosi, tugas lain yaitu merumuskan kebijakan serta membuat program yang nanti bisa dijalankan oleh desa-desa wisata sehingga desa wisata mampu mendapatkan pendapatan asli desa (PADes) yang bisa menjadi tolak ukur kemajuan desa setempat," tegas politis Nasdem ini kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Lokasi Wisata di Lamongan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru Dibuka, Tapi Ingat ini

Baca juga: 15 Tahun Nikah, Santi Istri Denny Cagur Blak-blakan Pemicu Sering Berantem: Penyebabnya Sepele

Baca juga: PT KAI Daop 8 Surabaya Masih Wajibkan Penumpang KA Jarak Jauh Rapid Test Antibodi, Bisa di Stasiun

Tugas pemerintah mensinergikan masukan dari BPPD dan mengalokasikan anggaran yang dimiliki. Pasalnya dalam menjalankan tugasnya, badan ini bakal mendapatkan anggaran dari Pemkot Batu.

"Nanti juga ada skala prioritas promosi yang diusulkan oleh BPPD. Sehingga untuk promosi tidak hanya sekedar janji sehingga pengembangan desa wisata akan jauh lebih optimal," tutupnya kepada TribunJatim.com.

DPRD Batu juga telah menggelar uji publik mematangkan Raperda Desa Wisata. Perda Desa Wisata nanti diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah desa untuk mengembangkan desanya masing-masing.

Dinas Pariwisata Kota Batu menargetkan satu desa atau kelurahan memiliki satu tujuan wisata pada 2021. Hingga akhir 2020 ini, sudah ada beberapa desa yang mendeklarasikan sebagai desa wisata, sisanya dilakukan pada 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq juga menerangkan, selama ini Dinas Pariwisata Kota Batu mengusung konsen terhadap pengembangan potensi di tiap-tiap desa/kelurahan di Kota Batu. Potensi-potensi itu terus dieksplorasi hingga menjadi daya tarik suguhan desa wisata. Desa wisata menjadi prioritas pembangunan Kota Batu yang bermuara untuk terwujudnya visi 'Desa Berdaya, Kota Berjaya'.

Dinas Pariwisata Kota Batu juga membentuk Batu Tourism Mall (BTM) yang menjadi pusat informasi pariwisata. Pembentukan BTM menjadi upaya Pemkot Batu untuk memulihkan perekonomian dari sektor pariwisata. Pasalnya, sektor pariwisata sempat terhenti aktivitasnya selama empat bulan lebih.

Dengan adanya BTM, Dinas Pariwisata optimis target 2 juta pengunjung hingga akhir tahun ini bisa dipenuhi. Arief menjelaskan, BTM dijalankan dengan layanan satu pintu. Fasilitas ini ditempatkan di sekitaran Alun-alun Kota Batu.

Program itu akan menggandeng seluruh pelaku usaha pariwisata di Kota Batu. Mulai dari homestay, hotel, UMKM, tour and travel dan pariwisata lainnya. Upaya untuk meningkatkan kunjungan terus dilakukan salah satunya dengan menggandeng pelaku usaha pariwisata.

"Ini fasilitas untuk meningkatkan pelayanan pariwisata. Kami berupaya bagaimana caranya meningkatkan kunjungan wisatawan. BTM ini permanen," ujar Arief. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved